Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Berbuat Rasis, Granit Xhaka Diperiksa Kepolisian London

Rabu 25 Jan 2017 08:41 WIB

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Israr Itah

Granit Xhaka

Granit Xhaka

Foto: REUTERS/Adam Holt

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Gelandang Arsenal Granit Xhaka dilaporkan baru selesai menjalani proses pemeriksaan di kepolisian Metro London, Inggris, Selasa (24/1) waktu setempat. Pemain yang belum semusim membela Arsenal ini digelandang ke ruang interogasi karena dilaporkan telah mengumpat seorang staf di Bandara Heathrow, London dengan kalimat rasis.

Dilansir oleh the Telegraph, saksi mata melihat Xhaka mencaci staf bandara karena tak diijinkan masuk ke dalam pesawat yang rencananya akan membawa dia terbang ke Jerman. Tak diperkenankannya Xhaka ikut dalam penerbangan ini karena pemain 24 tahun itu terlambat masuk ke ruang boarding.

Merasa kesal, Xhaka lalu mengumpat staf yang melarangnya masuk. Tindakannya langsung membuat personel keamanan setempat mengamankannya. Tak lama, kepolisian lalu datang untuk menangani pemain timnas Swiss itu.

"Kami dipanggil Senin (23/1) pukul 07.29 malam terkait laporan adanya tindakan rasis kepada staf bandara Heathrow di Terminal lima. Kami lalu melakukan interogasi kepada seorang pria yang dengan suka rela mau digiring ke kantor kepolisian London barat," tulis pernyataan resmi kepolisian dikutip dari the Telegraph, Rabu (25/1).

Usai diperiksa semalaman, Xhaka akhirnya dibebaskan dan boleh meninggalkan kantor kepolisian meski diikuti dengan beberapa syarat. Saat the Telegraph mencoba mengonfirmasi insiden ini, pihak Arsenal berkomentar bahwa masalah tersebut adalah urusan privasi Xhaka dan sudah jadi domain kepolisian.

Kejadian di bandara itu membuat citra Xhaka sebagai pesepakbola yang tak menjaga perangainya kian melekat. Hal itu karena belum genap 24 jam sebelum insiden di bandara, Xhaka baru saja menjalani laga yang buruk bersama Arsenal.

Hal itu karena ketika membantu timnya menghadapi Burnley, dia mendapat kartu merah usai melakukan tekel dua kaki yang berbahaya. Pemain keturunan Kosovo ini lantas harus menjalani hukuman larangan empat pertandingan karena Oktober lalu dia juga sudah pernah mendapatkan kartu merah.

Terkait sikapnya ini, pelatih Arsenal, Arsene Wenger pun sudah melayangkan teguran untuk Xhaka. "Dia harus menjaga sikapnya karena perilakunya akan jadi tanggung jawab kepada teman-teman setimnya," kata Wenger.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA