Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Panglima Tegaskan Prajurit TNI Jaga Kehormatan Negara

Selasa 24 Jan 2017 21:56 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agus Yulianto

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

Foto: dok.Istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kembali mengingatkan para prajurit TNI untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas TNI. Hal ini untuk memperkuat citra TNI di dunia internasional. Yakni dengan membangun standar personel dan kelengkapan, khususnya tugas dalam misi perdamaian dunia.

Hal itu disampaikan Panglima TNI pada upacara pemberangkatan 175 Prajurit Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XX-N/Monusco untuk misi pasukan perdamaian di Republik Demokratik Kongo, di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, sebagaimana keterangan pers yang diterima wartawan pada Selasa (24/1).

Gatot Nurmantyo mengingatkan, para prajurit yang melaksanakan tugas perdamaian PBB, untuk berbuat yang terbaik dalam mengemban misi negara. "Sang Merah Putih selalu besertamu dalam melakukan kegiatan, apabila kamu ragu, kamu gundah, maka pandanglah lengan kirimu, sehingga tidak ada niat melakukan pelanggaran,” ucap dia.

Panglima pun menegaskan, jika ada pelanggaran maka akan langsung diproses tak ada peringatan lagi. Pihaknya juga tak akan ragu-untuk segera kembalikan ke Indonesia, karena nama bangsa dipertaruhkan.

"Para prajurit mengemban tugas menjaga kehormatan bangsa dan negara, keberhasilan pelaksanaan tugas sangat menentukan citra dan prestasi, serta keberlanjutan misi-misi perdamaian Indonesia di masa depan," katanya.

Panglima mencontohkan, kejadian yang paling hangat yang menimpa pasukan Polri yang tergabung dalam misi perdamaian di Darfur, Sudan. Meski ia berharap, kejadian tersebut tidak seperti informasi yang beredar selama ini.

“Saya perintahkan agar tidak ada satu pun Prajurit TNI yang terlibat tindakan illegal dengan berusaha membawa barang-barang terlarang dari daerah penugasan termasuk senjata api, itu tindakan yang tidak dapat ditolelir,” kata Gatot.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA