Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Bakteri Bisa 'Berkomunikasi' Secara Elektrik

Rabu 18 Jan 2017 11:24 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Winda Destiana Putri

Bakteri super (ilustrasi)

Bakteri super (ilustrasi)

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, Banyak orang sangat khawatir dengan penyebaran bakteri. Apalagi banyak bakteri super yang kini semakin resisten dengan antibiotik.

Kekhawatiran ini semakin terpicu dengan temuan fakta baru dari ilmuan. Salah satunya yang menyatakan bakteri bisa berkomunikasi melalui sinyal listrik.

Itulah kesimpulan penelitian terbaru yang mempelajari biofilm, yakni lapisan tipis sel dan lendir yang terbentuk setiap kali bakteri menempelkan diri ke permukaan. Penelitian ini dapat memberi informasi kepada masyarakat bagaimana makhluk mikroskopis hidup.

Baca juga: Ini Cara Otak Bantu Tubuh Melawan Bakteri

Biofilm dapat ditemukan di berbagai tempat seperti plak pada gigi hingga di bawa batu. Penelitian terbaru menyatakan spesies bakteri terus berkembang hingga jauh lebih sulit diobati dengan bahan kimia dan antibiotik.

Dilansir Science Alert, diperkirakan biofilm bertanggung jawab untuk lebih dari 80 persen dari sema infeksi mikroba dalam tubuh manusia. Dengan mengetahui cara mereka terbentuk maka akan bisa menemukan obat untuk mengatasinya.

Saat ini, sekelompok ilmuan dari Universitas California, San Diego, menemukan bahwa bakteri dapat berkomunikasi melalui sinyal elektrik untuk merekrut anggota baru untuk biofilm mereka. Ini hal baru dari apa yang selama ini diketahui. "Dengan cara ini, bakteri dalam biofilm dapat mengerahkan dan mengontrol bakteri lain dari komunitas mereka dalam jarak jauh," kata pemimpin penelitian Gurol Suel.

Tapi kabar baiknya, sekarang kita tahu bagaimana ini bekerja. Ini memberikan informasi bagaimana berurusan dengan biofilm dan memahami bagaimana bakteri berkomunikasi dan bekerja sama.

Penelitian menunjukkan saluran ini juga membiarkan bakteri berkomunikasi satu sama lain dalam jarak dan antar spesies, bahkan di luar jangkauan komunitas biofilm mereka. Sebab sekali ion kalium mencapai perbatasan biofilm, mereka terus menyebar keluar.

Pada gilirannya menyebabkan sel bakteri lain untuk mengambil ion ini dan berenang ke arah sumber, seperti diketahui oleh para peneliti menggunakan pewarna fluorescent untuk melacak sel. Ini seperti memanggil teman-teman baru dari luar kota untuk memperkuat komunitas biofilm mereka.

"Hal yang menakjubkan adalah bahwa ion kalium adalah mata uang penting untuk semua sel," kata peneliti lain dari tim, Jacqueline Humphries.

Ini juga memungkinkan spesies untuk berkomunikasi lebih luas dan membuat komunitas campuran. Terlebih lagi, para ilmuwan mengatakan penelitian mereka bisa membuka rahasia tersembunyi tentang cara usus microbiome bekerja di dalam manusia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA