Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Ancaman Vinales di MotoGP 2017

Sabtu 14 Jan 2017 18:00 WIB

Red:

Tandem Valentino Rossi di Movistar Yamaha sudah berganti untuk melaju dalam lintas balap MotoGP musim 2017. Maverick Vinales kini resmi sejak 1 Januari 2017 menggantikan Jorge Lorenzo yang memutuskan untuk pindah ke tim Ducati pada musim ini.

Tim asal Iwata, Jepang, itu merilis video sebagai tanda peresmian Vinales sebagai pembalap Yamaha. Vinales juga sudah tampi mengenakan jaket khas Yamaha dan siap menyambut MotoGP 2017.

Pindah ke Yamaha sekaligus kemungkinan menjadi rival bagi Rossi ternyata justru semakin membakar motivasi Vinales untuk merebut gelar juara dunia bersama tim barunya. ''Saya akan mencoba yang terbaik untuk membawa kembali gelar juara,'' kata Vinales dalam video tersebut, seperti dikutip GP Xtra.

GP Extra mengabarkan kesiapan Vinales dibarengi pula dengan banyak persiapan. Mantan pembalap Suzuki itu melakukan latihan fisik untuk memaksimalkan dirinya menghadapi balapan musim ini.

Vinales kini punya harapan tinggi untuk memenangi kejuaraan dunia MotoGP 2017 dengan tim barunya. Yamaha juga akan segera memperkenalkan pasangan pembalap barunya bersama motor YZR-M1 2017 pada 19 Januari mendatang di Madrid.

Sejak memutuskan pindah ke Yamaha, Vinales menegaskan tujuannya pada musim ini hanya merebut kemenangan kejuaran dunia MotoGP. Penyandang gelar juara dunia MotoGP 2016 Marc Marquez bahkan sempat memprediksi Vinales akan menjadi rival baru tercepat setelah yang bersangkutan beralih ke Yamaha menggantikan Lorenzo.

Vinales terkesan dengan penampilan pertamanya di Yamaha M1 ketika tampil pada uji coba akhir 2016 di Valencia. Setelah menjajal motor Yamaha, Pembalap berusia 21 tahun itu semakin yakin untuk menghadapi tantangan musim ini.

Dia mengakui, kepindahannya ke Yamaha bisa berdampak positif. ''Perubahan ini membantu saya, tentu saja, untuk memiliki kesempatan berjuang merebut gelar itu dan menang. Itu adalah tujuan saya,'' katanya.

Selama di Suzuki, Vinales sebenarnya sudah terlihat meningkatkan kemampuannya dalam balapan. Dari musim ke musim, Vinales terlihat lebih percaya diri. Dia mengatakan, pengalaman yang sudah dilalui Yamaha dan sejarah kemenangan di MotoGP merupakan kunci keputusannya untuk bergabung.

''Pengalaman Yamaha di kelas ini sangat penting bagi saya. Yamaha adalah perusahaan yang sangat besar yang telah memenangi banyak gelar,'' ujar Vinales. Meski begitu, dia tetap merasa Suzuki selalu memberikan yang terbaik.

Meski Yamaha terbilang baik dalam kualitas motor, Vinales masih mempunyai saingan dalam timnya nanti. Ia paham, the Doctor akan tetap menjadi pesaingnya. Namun, Vinales menyatakan, dirinya tidak terganggu dengan rekan tim barunya itu.

Meski tahu Rossi bukan pembalap yang mudah dikalahkan, Vinales merasa dirinya bukan berarti tidak bisa memberikan yang terbaik. Vinales menyatakan, dia merupakan tipe pembalap yang berfokus dengan apa yang ia kerjakan.

Dia tak pernah lupa, sekian banyak pembalap yang akan malaju pada lintas balap MotoGP 2017 hadir untuk menang. ''Itulah hal yang paling penting. Itu semua adalah bagian dari permainan,'' tutur Vinales.

Sementara, Rossi juga paham betul kepindahan Vinales ke Yamaha merupakan debut besarnya dan Vinales akan menjadi pesaing merebut gelar juara dunia musim ini. Rossi bahkan menilai penampilan rekan barunya saat menjajal Yamaha M1 juga sangat menakjubkan.

Meski begitu, Rossi tidak bisa membandingkan kualitas Vinales nantinya dengan mantan rekannya dulu, Lorenzo. ''Saya tidak tahu, kita harus melihat. Tentu Lorenzo sangat kuat, tetapi Vinales adalah pembalap yang berbeda,'' ungkap Rossi.

Rossi menilai Vinales memiliki titik kuat dan juga kelemahan tersendiri. Namun, dia sudah mempersiapkan dengan baik sebagai pembalap baru untuk Yamaha. Vinales juga sudah memiliki pengalaman di semua trek dan melaju cukup cepat. rep: Rahayu Subekti, ed: M Akbar

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA