Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Penumpang Tigerair Mulai Dipulangkan ke Australia

Kamis 12 Jan 2017 18:00 WIB

Red:

abc news

abc news

Foto: abc news

Sejumlah penumpang Tigerair yang terlantar di Bali menyusul terjadinya perselisihan antara maskapai murah itu dengan otoritas penerbangan Indonesia akan mulai melakukan perjalanan pulang sore ini, Kamis (12/1).

Maskapai berbiaya murah itu telah dihentikan sementara izin terbangnya dari Bali menuju Perth, Adelaide dan Melbourne setelah otoritas Indonesia menuduh Tigerair Australia melanggar ketentuan lisensinya.
Maskapai Tigerair mengatakan Virgin Australia – yang merupakan pemilik Tigerair – berencana untuk mengoperasikan dua penerbangan mereka hari ini untuk membawa pulang penumpang yang terdampak situasi ini pulang ke Australia secara gratis.

Penerbangan pertama bertolak [dari Bali] pukul 13.30 waktu setempat dan akan mendarat di Brisbane, sementara penerbangan kedua akan terbang pada tengah malam nanti menuju Sydney.
“Karena kebutuhan menyediakan kepastian dan pemberitahuan terhadap para konsumen, Tigerair tidak akan mengoperasikan jadwal layanan terbang mereka pada hari ini (12/1) dan satu jadwal layanan terbang pada esok dini hari (13/1),” demikian tulis pernyataan tersebut.

“Sebagian besar konsumen kami yang masih tetap berada di Bali akan disediakan penerbangan pengganti oleh Virgin Australia hari ini/pekan ini begitu juga dengan fasilitas akomodasi jika mereka berniat untuk menginap di Bali.
“Kelima penerbangan [Tigerair] yang ada menuju dan dari Bali besok saat ini masih dalam kajian.”
Seorang juru bicara [Tigerair] mengatakan 350 orang penumpang yang masih tertahan di Bali akan diakomodasi ulang dalam layanan yang lain bersama dengan maskapai lainnya selama beberapa hari kedepan.

Masih belum bisa dipastikan kapan [Tigerair] akan bisa memulihkan penerbangan mereka sendiri dari dan menuju Bali.

Maskapai dituduh melanggar ketentuan

Juru bicara Dirjen Penerbangan Udara Departemen Perhubungan Indonesia pada Rabu (11/1) mengatakan maskapai berbiaya murah itu telah melanggar ketentuan lisensinya.
Dalam pernyataan itu, juru bicara tersebut mengindikasikan kalau maskapai Tigerair mengoperasikan penerbangan charter, dan karenanya tidak seharusnya menjual tiket sekali jalan.

Direktur Eksekutif Tigerair, Rob Sharp mengatakan maskapainya memiliki perjanjian dengan Pemerintah Indonesia untuk mengoperasikan penerbangan di Indonesia hingga 25 Maret mendatang.

"Perjanjian ini meliputi penjualan tiket di Australia antara Australia dan Bali, Dibawah perjanjian yang ada tersebut, kami tidak bisa menjual tiket di Indonesia dan kami sepenuhnya memenuhi ketentuan ini,” ungkap Sharp.

"Kami bekerja secara konstruktif bersama Pemerintah Indonesia untuk memulai penerbangan ke Bali lagi sesegera mungkin dan bekerja melalui persyaratan baru yang sudah mereka berikan kepada kami pekan ini. "
Maskapai ini juga mengatakan ratusan konsumen mereka di Australia yang dibatalkan tiket penerbangannya ke Bali hari ini (12/1) akan mendapatkan pengembalian penuh.

Jetstar, tawarkan tiket diskon

Jetstar, yang tidak memiliki pelarangan, mengatakan akan memberikan tiket dengan tarif diskon kepada pelanggan Tiger Airways yang tertahan.
"Tarif dengan potongan harga ini tersedia untuk enerbangan Jetstar dari Bali ke Adelaide, Perth dan Melbourne selama beberapa hari mendatang (tergantung ketersediaan)," kata sebuah pernyataan.
"The tarif khusus akan bervariasi dari rute ke rute tapi rata-rata didiskontokan lebih dari 50 persen untuk tarif saat ini tersedia pada rute."
Daftar lengkap penerbangan yang dibatalkan tersedia di situs Tiger Airways.

Diterjemahkan pada pukul 17:30 WIB, 12/1/2017, oleh Iffah Nur Arifah dan simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA