Senin, 25 Zulhijjah 1440 / 26 Agustus 2019

Senin, 25 Zulhijjah 1440 / 26 Agustus 2019

Jatim Diminta Jadi Pioner Ekspor Makanan Halal

Rabu 11 Jan 2017 22:03 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri BUMN Rini M Soemarno memberikan kata sambutan saat peresmian Rumah Kreatif BUMN (RKB) Bank Mandiri di Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/1).

Menteri BUMN Rini M Soemarno memberikan kata sambutan saat peresmian Rumah Kreatif BUMN (RKB) Bank Mandiri di Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/1).

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Menteri BUMN Rini Soemarno meminta agar Provinsi Jawa Timur menjadi pioner untuk mengekspor makanan halal ke seluruh dunia. Salah satu caranya melalui pemberdayaan pelaku UMKM di Rumah Kreatif BUMN.

Menurut Rini, rumah kreatif ini harus bisa membantu UMKM yang bergerak di bidang makanan untuk bisa mendapat sertifikasi halal. Bukan hanya sertifikat halal di Indonesia tapi juga internasional. Sehingga dapat mendorong ekspor makanan halal hingga luar negeri.

"Sebagai negara Muslim terbesar di dunia, harusnya kita juga bisa memproduksi makanan halal untuk dapat dipasarkan ke seluruh dunia. Saya berharap Jatim dapat menjadi pionir untuk makanan halal yang diekspor ke seluruh dunia. Saya harapkan dengan kreativitas dan semangat besar dari masyarakat Jatim dan Gubernurnya, bisa mendorong ekspor makanan halal ini," kata Rini dalam acara peresmian Rumah Kreatif BUMN di Jl Chairil Anwar No 20, Surabaya, Rabu (11/1).

Oleh sebab itu, Kementerian BUMN mendorong agar di setiap rumah kreatif tersebut ada fasilitas sertifikasi halal. Sebab, potensi pasar ekspor makanan halal ke luar negeri sangat besar. Salah satu contohnya terlihat dari banyaknya produk makanan halal buatan Taiwan dan Korea Selatan.

Nantinya, Kementerian BUMN akan menggandeng BPOM dan MUI untuk sertifikasi halal produk UMKM, serta bekerja sama dengan negara tujuan ekspor agar lebih mudah mengirim barang. Misalnya, ekspor ke Arab Saudi akan dihubungkan dengan Kedubes RI di negara tersebut. "Kami yang menjadi jembatan karena UMKM sendiri tentu merasa kesulitan," imbuh Rini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA