Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Bulog Madiun Gelar Operasi Pasar Cabai Rawit

Rabu 11 Jan 2017 20:01 WIB

Red: Ilham

Operasi pasar cabai rawit (ilustrasi).

Operasi pasar cabai rawit (ilustrasi).

Foto: Antara/Septianda Perdana

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre 4 Madiun, Jawa Timur, menggelar operasi pasar cabai rawit merah untuk menstabilkan harga komoditas tersebut di pasaran. Sebab, harga cabai rawit di pasar mencapai Rp 95-100 ribu per kilogram.

"Operasi pasar untuk cabai rawit merah kami lakukan di rumah pangan kita (RPK) yang berada di kantor Bulog Sub Divre 4 Madiun dengan harga lebih murah dari pasaran, yakni Rp 80 ribu per kilogram," ujar Wakil Kepala Bulog Sub Divre 4 Madiun Edy Sarjono di Madiun, Rabu (11/1).

Menurut dia, operasi pasar cabai rawit merah tersebut telah dilakukan sejak tanggal 9 Januari 2017 dan akan berlangsung hingga harga cabai rawit merah turun ke level normal. "Animo masyarakat cukup bagus. Rata-rata permintaan per hari selama kita gelar mencapai lebih dari 5 kilogram. Operasi pasar cabai ini akan digelar hingga harga cabai turun ke angka normal, yakni kisaran Rp 30-35 ribu per kilogram," kata dia.

Edy menjelaskan, tingginya harga cabai di pasaran membuat Bulog sebagai stabilisator harga harus menjalankan tugasnya, sehingga digelar operasi pasar cabai untuk menekan harga komoditas pedas tersebut. "Agar tepat sasaran, konsumen yang beli dibatasi jumlah belinya, yakni masing-masing satu kilogram untuk rumah tangga, sedangkan warung atau restoran tiga kilogram," kata Edy.

Bulog Madiun telah menyediakan sebanyak 50 kilogram cabai rawit merah pada operasi pasar kali ini. Cabai tersebut didatagkan dari petani di Ponorogo. Untuk tahap berikutnya, cabai sebanyak 50 kilogram siap didatangkan dari petani di daerah Ngantang, Malang.

Pihakya terpaksa mendatangkan cabai rawit merah dari luar kota, karena petani cabai di wilayah Kabupaten Madiun seperti di Jiwan dan Pilangkenceng mengalami gagal panen akibat curah hujan yang tinggi dan serangan jamur. Ia menambahkan, melihat animo masyarakat yang cukup tinggi, pihaknya akan menambah jumlah titik pelaksanaan operasi pasar, yaitu di Pasar Besar Madiun dan RPK gudang Bulog di Kelurahan Nambangan Kidul Kota Madiun.

Sementara, salah seorang warga Kota Madiun Nurul Handayani mengaku senang dengan kegiatan operasi pasar cabai di Kantor Bulog Sub Divre 4 Madiun. Selisih harga yang ditawarkan Bulog cukup lumayan. "Sangat terbantu sekali, apalagi kebutuhan cabai di keluarga saya cukup tinggi, yakni mencapai 1 kilogram lebih tiap minggunya. Harga Rp 80.000 per kilogram ini sangat terjangkau dibandingkan dengan di pasaran yang masih Rp 90-100 ribu per kilogram," kata Nurul.

Ia berharap kegiatan tersebut (operasi pasar) terus dilakukan oleh Bulog setempat, sehingga harga cabai rawit di pasaran bisa kembali normal.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA