Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Risiko Keganasan Kolon pada Anak Muda Meningkat

Selasa 10 Jan 2017 15:00 WIB

Red:

Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum. Kasus ini kini semakin banyak ditemukan pada anak muda, khususnya mereka yang berusia di bawah 50 tahun. Jumlah kasusnya sekitar 11 persen sepanjang 2004-2011.

American Cancer Society (ACS) mencatat 135 ribu kasus kanker kolorektal pada 2016. Satu dari tujuh penderita berusia di bawah 50 tahun. Peneliti dari University of Texas MD Anderson Cancer Center memperkirakan, kasusnya meningkat sembilan persen pada anak muda berusia 20-34 tahun hingga 2030.

"Afro-Amerika berusia di bawah 50 tahun berisiko dua kali lebih besar kemungkinannya menderita kanker ini daripada orang kulit putih," kata Direktur Pengendalian Kanker di ACS, Durado Brooks, dilansir dari Web MD, beberapa waktu lalu.

Usia pasien kanker kolorektal pun menentukan keberhasilan pengobatan. Pasien di stadium tiga pada usia 30-an lebih bisa menoleransi pengobatan yang agresif daripada mereka yang berusia 80-an tahun. Peneliti sejauh ini belum mengetahui sebab kanker kolorektal meningkat di kalangan anak muda kelahiran 1990-an.

Namun, sebanyak sepertiga dari kasus ini dapat dikaitkan dengan masalah genetik atau riwayat anggota keluarga yang terkena penyakit ini. Ahli bedah kanker, Yi-Qian Nancy, mengatakan, dia tak tahu apakah penyebabkan adalah diet ketat, kurang berolahraga, atau faktor lainnya.

"Anak-anak muda saat ini makan lebih banyak makanan cepat saji dan makanan olahan. Ini kita tahu berhubungan dengan kolorektal dan jenis kanker lainnya. Meningkatnya obesitas juga menjadi masalah besar," ujarnya.

Hormon dan antibiotik yang disuntikkan pada hewan ternak dan ditemukan pada daging dan produk hewani lainnya sangat mungkin mengurangi kemampuan bakteri usus untuk melindungi tubuh dari penyakit ini. Ada banyak spekulasi tentang penyebab potensial untuk penyakit ini.

Peneliti menyarankan orang-orang melakukan skrining lebih awal jika memiliki riwayat keluarga yang pernah menderita penyakit ini. Mereka yang disebutkan keluarga adalah kakek, nenek, bibi, dan paman.       rep: Mutia Ramadhani, ed: Dewi Mardiani

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA