Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Fitnah, Perbuatan yang Dicela Islam

Jumat 06 Jan 2017 15:25 WIB

Rep: Yusuf Assidiq/ Red: Agung Sasongko

fitnah

fitnah

Foto: darulisra.org.uk

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belakangan ata 'fitnah' sedang menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat. Fitnah memang perlu diwaspadai dan dijauhi setiap Muslim, karena bisa menimbulkan dampak luar biasa bagi korbannya.

Dalam Alquran surat al-Baqarah ayat 217 Allah SWT berfirman, ''...Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh...'' Islam mengecam perbuatan fitnah. Petunjuk Alquran dan sunah jelas-jelas memerintahkan umat agar menjauhi fitnah terutama untuk menjaga ketenteraman di tengah komunitas.

Alquran dan sunah juga memperingatkan akan beratnya siksa bagi orang-orang yang memfitnah atas kehormatan seseorang, dan mengatakan tentang kesalahan-kesalahan tersembunyi mereka. ''Mereka yang suka melihat keburukan yang disiarkan di antara orang-orang beriman, (maka) akan memiliki akhir yang sangat buruk dalam kehidupan ini dan akhirat..'' (QS an Nur [24] : 19)

Ali bin Abi Thalib RA pernah menyebut orang yang membiarkan lidahnya bebas tak terkendali dalam menyebarkan keburukan dalam masyarakat adalah pendosa besar. ''Orang yang mengatakan sesuatu keburukan dan orang yang membiarkannya adalah sama-sama berdosa,'' ujar  Khalifah Ali.

Karena besarnya dampak yang ditimbulkan, fitnah pun sangat dicela agama. Menurut Dr Muhammad al-Hasyimi, individu dalam masyarakat Muslim adalah bijaksana dan sederhana. Ia menghindari semua persoalan yang tidak penting, memiliki karakter mulia, serta berterima kasih kepada ajaran Islam.

''Itu semua ditujukan untuk menentang fitnah dan untuk memelihara dari dosa menyebarluaskan keburukan orang, apakah ia menjadi dosanya sendiri atau sesuatu yang ia dengar atau lihat pada sebagian orang lain,'' ujarnya dalam buku /Hidup Saleh Dengan Nilai-nilai Spiritual Islam/.

Ada beberapa hal yang patut dihindari umat terkait fitnah. Antara lain, jangan mencari-cari kesalahan Muslim, memata-matai mereka, atau mengungkapkan dan menyebarkan kelemahan dan kekurangan mereka.

Dr Muhammad menjelaskan, tindakan-tindakan itu akan menyakiti orang yang kepadanya hal-hal tersebut ditujukan. Akibatnya kemudian, keresahan merebak di masyarakat di mana ia tinggal.

''Karena fitnah dan tuduhan tidak menyebar dalam masyarakat, kecuali membawa perpecahan dan ketiadaan moral; dosa dianggap ringan, kebencian penuh, konspirasi berlimpah, kedengkian tetap, juga kecurangan tersebar luas,'' paparnya menegaskan.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA