Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Marrakesh, Puncak Kejayaan Peradaban Islam di Maroko

Kamis 05 Jan 2017 17:30 WIB

Rep: c64/ Red: Agung Sasongko

Koubba Ba'adiyn di Kota Marrakesh, Maroko, merupakan salah satu peninggalan Dinasti Al-Murabitun.

Koubba Ba'adiyn di Kota Marrakesh, Maroko, merupakan salah satu peninggalan Dinasti Al-Murabitun.

Foto: static.travel.usnews.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semangat keagamaan dari pemimpin barbar yang kuat dari wilayah antara Senegal dan Sungai Niger (saat ini Mauritania) mempengaruhi dinasti Murabitun untuk memimpin jihad melawan kaum Heretics ke arah utara. Dan kaum Almoravids atau dinasti murabit, sekelompok Muslim dari selatan Mauritania pindah ke utara pada 11 M.

Mereka memperluas kerajaan hingga Maroko, Algeria dan Spanyol dimana mereka menghentikan perluasan wilayah Kristiani. Di bawah kekuasaan dinasti murabit, budaya Maroko mencapai masa kejayaannya, salah satunya pendirian Marrakesh atau Maroko.

(Baca: Dinasti-Dinasti Penguasa Maroko)

Diawal abad 12, Dinasti Murabitun mengalami penurunan karena adanya pergerakan keagamaan lainnya, dari Pengunungan Atlas. Mereka adalah Dinasti Muwahiddun.Dipimpin oleh seorang Mahdi, mereka menaklukkan Tunisia dan timur jauh sampai Cyrenaica (saat ini Libya) dan memberikan pengaruh adanya muslim spanyol.

Dinasti ini mulai runtuh akibat kekalahannya di Spanyol oleh kaum Kristiani di Las Navas, Tolosa, di tahun 1212. Dan secara bertahap wilayah timur memerdekakan diri. Setelah Prancis menaklukan Algeria, Maroko menjadi target berikutnya. Pemimpin mereka, Abdul Al-Kader, memimpin peperangan besar dengan Spanyol di tahun 1860 yang berujung pada penyerahan pesisir barat dan utara.

Di tahun 1904, Kerajaan Inggris sepakat untuk memberikan pengaruhnya juga atas Maroko dan akhirnya berbagi Maroko dengan Perancis. Bagian utara didominasi Spanyol dan bagian seletan dikuasai Perancis. Maroko mendapat kemerdekaannya dari Prancis dan Spanyol pada tahun 1956 di bawah kepemimpinan Sultan
Muhammad V atas dasar perjanjian tahun 1912 tentang negara di bawah perlindungan negara Prancis.

Penguasa berkebangsaan Spanyol sebelumnya ikut bergabung dengan negara baru ini bersamaan dengan wilayah utara Maroko, Tangier. Sultan pun dinobatkan menjadi Raja Maroko di tahun yang sama. Diteruskan oleh King Hassan II tahun 1961. Dan pada Februari 2000, Raja Muhammad melakukan reformasi sosial
dan politik termasuk memperkuat hakhak kaum perempuan.

Upaya pun dilakukan di tengah pemerintahan sosialis untuk meningkatkan status di tengah dominasi kaum laki-laki. Hingga saat ini, Maroko menjadi sebuah negara dengan ibu kota Rabat. Negara yang terdiri atas suku bangsa Arabbarbar, Yahudi, dan lain-lain. Sampai akhir tahun 2008 populasi total Maroko seki tar 31,352 juta.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA