Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Kemenpora Restui PSSI Gelar Kongres di Bandung

Ahad 01 Jan 2017 20:17 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Bilal Ramadhan

PSSI

PSSI

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah merestui gelaran Kongres Tahunan Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) di Bandung, Jawa Barat (Jabar). Persetujuan tersebut, setelah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengeluarkan surat rekomendasi pelaksanaan forum tingkat tinggi anggota federasi nasional tersebut, pada akhir pekan lalu.

Dalam surat bernomor 1416/D.IV/XII/2016 tersebut, Kemenpora mengabulkan rencana PSSI menggelar kongres pada 8 Januari 2017, pekan mendatang. "Harapan kami agar pelaksanaan Kongres Tahunan PSSI 2017 berlangsung dengan lancar dan diselenggarakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," demikian isi rekomendasi tersebut.

Rekomendasi dari Kemenpora kali ini, sebetulnya menampakkan hubungan baru yang lebih baik antara federasi dan pemerintah. Sebab jika menengok beberapa bulan lalu, persoalan rekomendasi gelaran kongres, membuat hubungan antara PSSI dan Kemenpora tampak tak baik.

Pada Oktober 2016, saat PSSI meminta rekomendasi Kongres Tahunan 2016, di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada 17 Oktober, Kemenpora menolak dan meminta federasi nasional menggelar forum tinggi tersebut di Yogyakarta.

Alhasil, pelaksanaan kongres ketika itu, mundur pelaksanaannya dan mengambil jalan tengah, untuk digelar di Jakarta pada 10 November. Menpora Imam Nahrawi mengatakan, Kongres Tahunan PSSI pekan mendatang, harus jadi forum penyelesaian ragam persoalan yang dialami sepak bola nasional selama ini.

Menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu percaya, kepemimpinan baru federasi nasional di bawah Ketua Umum Letjen Edy Rahmayadi bisa memberikan jalan terang tentang ruang gelap sistem sepak bola Indonesia.

Imam menambahkan, jalan terang tersebut, terutama terkait nasib klub-klub sepak bola di Indonesia, yang selama kepengurusan PSSI lama, tak diakui keberadaannya. "Saya percaya, PSSI (saat ini) punya keinginan untuk bisa menyelesaikan persoalan-persoalan, membuat sistem kompetisi yang lebih baik, juga bisa mengakomodir klub-klub yang selama ini dianggap bermasalah," sambung dia.

Kongres Tahunan PSSI pekan depan, menjadi yang pertama kali bagi Letjen Edy sejak terpilih sebagai pemimpin federasi nasional pada 10 November lalu. Kesekretariatan PSSI, akhir pekan lalu, sudah mensahkan 13 agenda utama dalam pertemuan tingkat tinggi seluruh anggota badan induk sepak bola Tanah Air tersebut.

Sejumlah agenda penting dalam kongres di Bandung, mendatang, yaitu tentang pengesahan program kerja PSSI sepanjang 2017. Program tersebut, termasuk di dalamnya, soal kepelatihan nasional timnas Garuda di semua level usia dan target yang harus dicapai sepanjang tahun ini.

Selain itu, ada juga agenda penting lainnya tentang pemutaran kembali Liga Indonesia. Yang tak kalah pentingnya, dalam kongres tersebut, juga akan memutuskan  nasib tujuh klub sepak bola di Indonesia, yang bermasalah.

Beberapa klub di antaranya, mengalami dualisme kepengurusan dan pembekuan dari keanggotaan federasi.Tujuh klub tersebut, termasuk di dalamnya Persebaya Surabaya yang sejak 2011 mengalami dualisme dan tak pernah ada jalan keluar meski sudah ada keputusan hukum.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA