Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Dzikir Nasional Ajarkan Anak-Anak tak Hura-Hura Rayakan Tahun Baru

Ahad 01 Jan 2017 00:03 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Karta Raharja Ucu

 Tim Redaksi Harian Republika bertemu Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain (kanan) di kantor MUI, Jakarta, Selasa (6/12)

Tim Redaksi Harian Republika bertemu Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain (kanan) di kantor MUI, Jakarta, Selasa (6/12)

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pujian terus mengalir atas diselenggarakannya Dzikir Nasional Republika. Satu di antaranya dari Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tengku Zulkarnain.

''Saya pikir ini satu hal yang positif. Sehingga kita bisa mengajar anak -anak kita, keluarga dan khususnya kaum muslimin di Jakarta untuk tidak hura -hura merayakan tahun baru,'' kata Tengku Zulkarnain, dalam Dzikir Nasional Republika, Sabtu (31/12).

Zulkarnain menilai, antusias masyarakat mengikuti Dzikir Nasional Republika terus meningkat. Bahkan, ia melihat acara di Masjid At -Tin, Jakarta tersebut dikunjungi umat Islam dalam jumlah yang besar, meski beberapa masjid di Jakarta menggelar kegiatan serupa.

Ia pun menyambut positif Dzikir Nasional Republika yang kali ini mengangkat tema Indonesia Ikhlas. Zulkarnain berpendapat, selama ini ternyata banyak oknum-oknum pejabat yang membangun Indonesia dengan tidak ikhlas. Hal tersebut terlihat dengan banyaknya bupati, menteri dan pejabat lainnya yang tertangkap KPK karena kasus korupsi.

Selain itu, program-program pemerintah ternyata juga tidak jalan sehingga mengecewakan rakyat. Dengan adanya acara ini, lanjutnya, ada gerakan untuk kembali kepada pakemnya agar semua pihak mulai dari pemerintah, rakyat, ulama, guru, TNI, dan Polri untuk bersatu padu membangun negeri.

''Karena negeri ini bukan hanya warisan nenek moyang, tapi untuk anak cucu kita yang akan datang,'' ujarnya.

Ia berpesan, agar umat Islam tetap istiqomah dengan dan kembali ke jalan yang benar sampai mati dalam keadaan khusnul khotimah. Ia mengimbau, umat Islam gunakan diri, harta, dan pemikiran yang dimiliki untuk memberi manfaat bagi semua orang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA