Thursday, 24 Jumadil Akhir 1443 / 27 January 2022

Thursday, 24 Jumadil Akhir 1443 / 27 January 2022

Komunitas Islam dan Yahudi Lakukan Aksi Protes Islamofobia

Jumat 23 Dec 2016 09:50 WIB

Rep: marniati/ Red: Damanhuri Zuhri

Islamophobia (ilustrasi)

Islamophobia (ilustrasi)

Foto: Republika/Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, NEW HAVEN -- Komunitas masyarakat Islam dan Yahudi di New Heaven, Amerika Serikat melakukan aksi untuk memprotes islamofobia dan kejatahan kebencian yang terus terjadi kota tersebut.

Dua kelompok agama ini memang sering menjadi  sasaran kejahatan kebencian. Dalam aksi ini mereka mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama. Yakni menyuarakan perdamaian. Lebih dari 30 orang melakukan aksi long march. Mereka  menyanyikan lagu-lagu, dan megajak semua phak untuk mengedepankan  toleransi.

“Sulit untuk menjadi seorang Yahudi atau seorang Muslim dalam masyarakat Amerika. Banyak pihak yang tidak rasional dan menargetkan orang yang salah,”  ujar salah seorang peserta aksi Patrick Korth seperti dilansir nhregister.com (21/12).

Ia menjelaskan, pemilihan presiden baru-baru ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya insiden kejahatan kebencian. Untuk itu, perlunya mengubah arah negara sehinga masalah tersebut dapat diatasi.

Menurutnya, banyak pihak yang tidak akan diam ketika melihat Muslim menjadi korban kejahatan kebencian. Warga New Heaven akan menyambut pengungsi Suriah dan berdiri dengan imigran dan pengungsi.

Komunitas Yahudi akan melawan Islamofobia dan rasisme, dan berkomitmen untuk keadilan. “Kami berdiri melawan kebijakan AS yang merugikan dan merendahkan Islam. Apalagi menargetkan dan membunuh muslim,” katanya.

Salah seorang muslim asal Middletown, Linda Miller mengaku sangat menghargai dukungan dari komunitas Yahudi dan komunitas lainnya. Ia ikut dalam aksi untuk menghargai perjuangan warga lainnya. Salah seorang warga New Heaven yang merupakan pensiunan sopir bus, Petersen (71) juga ikut mendukung aksi solidaritas ini.

Ia mengaku telah melihat banyak insiden rasisme dan mengalami peningkatan akhir-akhir ini. Padalah hal tersebut merupakan tindakan yang salah. Untuk itu, orang-orang perlu berhenti melakukan aksi ini khususnya dalam kehidupan bermasyarakat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA