Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Waduk Jatiluhur Harus Zero KJA

Senin 19 Dec 2016 20:45 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Andi Nur Aminah

Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur

Foto: Republika/Adhi Wicaksono

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Pemkab Purwakarta, ingin Waduk Jatiluhur zero dari keberadaan keramba jaring apung (KJA). Pasalnya, bila tidak dihapuskan, maka kolam budidaya air tawar ini populasinya akan tak terkontrol. Seperti saat ini, izin yang dikeluarkan pemkab hanya seribu unit. Tetapi, jumlah di lapangan mencapai 24 ribu unit.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, mengatakan, pihaknya akan mencabut moratorium KJA yang sampai 4.000 unit. Jadi, selama ini target penertiban KJA hanya sampai 4.000 unit. Akan tetapi, setelah dikaji lagi, lebih baik waduk terbesar di Jabar ini terbebas dari KJA. "Sebab, kalau diizinkan yang 4.000 unit itu, akan menimbulkan masalah baru," ujar Dedi, kepada Republika.co.id, Senin (19/12).

Masalahnya, yaitu populasi KJA akan sulit diawasi. Saat ini saja yang berizinnya berapa, fakta di lapangannya ternyata cukup mencengangkan. Dengan begitu, sebaiknya KJA benar-benar ditertibkan semua.

Untuk penertibannya, pihaknya mengusulkan supaya menggunakan TNI saja. Apa pasalnya? Sebab, dengan menggunakan aparat negara tersebut, penertiban akan cepat. Saat ini, lambat. Karena, terkendala kurangnya personel. "Kita bisa koordinasikan dengan pihak TNI-nya," ujar Dedi.

Untuk membersihkan Waduk Jatiluhur dari KJA, lanjutnya, tergantung dari komitmen pihak PJT II Jatiluhur sendiri. Karena, pengelola waduk tersebut yaitu perusahaan BUMN itu. Karenanya, usulan zero KJA ini akan dibicarakan dengan pihak PJT II.

Sementara itu, Direktur Utama Perum PJT II Jatiluhur, Djoko Saputro, mengatakan, penertiban KJA terus dilakukan sampai saat ini. Untuk membersihkan waduk dari KJA, pihaknya membutuhkan dukungan dari semua pihak. Termasuk Pemkab Purwakarta. "Akan kita bahas dengan pemkab. Karena, zero KJA ini sangat dimungkinkan," ujarnya.

Meski demikian, lanjut Djoko, berdasarkan hasil studi kelayakan pihaknya, Waduk Jatiluhur masih bisa menjadi lokasi budidaya ikan air tawar. Adapun jumlah kerambanya maksimal 4.000 unit. Dengan jumlah keramba seperti ini, maka kualitas air Waduk Jatiluhur akan semakin bagus dari saat ini. Demikian juga dengan lingkungannya. Akan bertambah hijau dan asri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA