Tuesday, 23 Zulqaidah 1441 / 14 July 2020

Tuesday, 23 Zulqaidah 1441 / 14 July 2020

Bandung Sering Macet, Deddy Mizwar Minta Maaf

Ahad 18 Dec 2016 11:49 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ani Nursalikah

Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar

Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar

Foto: Republika/Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta maaf kepada masyarakat Kota Bandung terkait kondisi arus lalu lintas di Kota Bandung yang sering padat dan macet setiap akhir pekan. Itu terjadi karena masyarakat dari luar daerah yang ingin menikmati kuliner, fashion dan seni budaya khas Bandung.

“Setiap pekan Bandung macet, mohon maaf setiap akhir pekan Bandung padat karena banyak (masyarakat) yang ingin mencicipi makanan dan fashion,” ujarnya kepada masyarakat yang menghadiri Riau Street Festival dengan tema “Food, Fashion, Unique, Natural” di Jl RE Martadinata, Kota Bandung, Ahad (18/12).

Ia menuturkan, di Jawa Barat terdapat banyak produk kesenian dan kebudayaan yang bisa menjadi kekuatan bagi daerah untuk mempromosikan pariwisata lebih baik. Kehadiran masyarakat dari berbagai usia dan kalangan seni dan budaya menunjukkan masyarakat Jawa Barat mencintai seni dan budaya.

Menurutnya, keragaman kuliner, seni dan budaya menjadi salah satu kekuatan pariwisata di Jawa Barat. Diharapkan ke depan, kegiatan Riau Street Festival bisa menjadi agenda rutin tiga bulanan sehingga bisa menumbuhkan bakat dan seni dan budaya masyarakat dan mendatangkan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Ida Hernida mengatakan pihaknya ingin menghadirkan festival yang berbeda. Dimana, kegiatan diikuti oleh pelaku seni dan budaya, kuliner. Seni pertunjukan tradisional sendiri merupakan objek wisata daerah yang bisa ditonton masyarakat.

“Kita Jawa Barat memiliki kuliner dan fashion di Indonesia dan mendunia,” ungkapnya. Dia ingin memperkenalkan seni tradisi dan kuliner di Jawa Barat agar masyarakat mencintai dan memiliki kebanggaan terhadap seni dan tradisi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA