Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Saudi Capai Rekor Baru Produksi Minyak pada November

Senin 12 Dec 2016 09:48 WIB

Red: Joko Sadewo

Pekerja tambang beraktivitas di area pengeboran minyak dan gas.

Pekerja tambang beraktivitas di area pengeboran minyak dan gas.

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID, WINA  -- Saudi Arabia menghasilkan jumlah minyak di rekor tertinggi pada November, di tengah pembicaraan tentang kesepakatan global untuk mengurangi produksi, menentang ekspektasi pasar untuk produksi lebih rendah karena permintaan domestik melambat dan pemeliharaan kilang.

Pengekspor minyak utama dunia itu mengatakan kepada Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), pihaknya memproduksi 10,72 juta barel per hari pada bulan lalu, sumber OPEC mengatakan, naik dari 10,625 juta barel per hari pada Oktober. Pada Juli, produksi minyak kerajaan itu mencapai 10,67 juta barel per hari, tingkat tertinggi sebelumnya.

Sementara itu, Irak mengatakan produksinya pada November mencapai 4,8 juta barel per hari, naik dari 4,776 juta barel per hari pada Oktober. Sumber OPEC lain mengatakan, sehingga ekspor minyak mencapai rekor tertinggi 4,051 juta barel per hari.

Anggotan OPEC, Kuwait, melaporkan produksi 2,9 juta barel per hari pada November, lebih rendah dari tiga juta barel per hari pada Oktober. Sementara Uni Emirat Arab mempertahankan produksinya hampir stabil pada 3,195 juta barel per hari, menurut angka resmi yang dilaporkan kepada OPEC.

Arab Saudi telah berjanji untuk mengurangi produksinya menjadi 10,058 juta barel per hari sebagai bagian dari kesepakatan OPEC yang dicapai pada 30 November untuk menurunkan produksi OPEC menjadi 32,5 juta barel per hari.

Kenaikan pada November berarti Arab Saudi, produsen terbesar OPEC, akan memiliki tugas yang lebih besar dalam memenuhi rencana untuk memotong pasokan yang dimulai pada 2017 -- kesepakatan pengurangan produksi pertama sejak 2008.

Ekspor minyak mentah Saudi telah tinggi dalam beberapa bulan terakhir, mencapai 7,812 juta barel per hari pada September. Sementara produksinya telah tinggal pada tingkat tinggi meskipun penurunan musiman biasanya di musim dingin ketika konsumsi pembakaran minyak mentah domestik untuk pembangkit listrik berkurang.

Sebuah survei /Reuters memperkirakan produksi Saudi pada November mencapai 10,45 juta barel per hari. Hal ini karena pengurangan penggunaan minyak mentah dalam pembangkit listrik untuk pendingin ruangan (AC), dan pengilangan yang lebih rendah. Sebuah survei Platts OPEC pada November memperkirakan produksi minyak Saudi di 10,52 juta barel per hari.

Produsen minyak OPEC dan non-OPEC pada Sabtu mencapai kesepakatan pertama mereka sejak 2001 untuk mengurangi produksi minyak bersama-sama dan mengurangi kelebihan pasokan global setelah lebih dari dua tahun harga rendah. Karena kesepakatan akhirnya ditandatangani setelah hampir setahun berdebat dalam OPEC, fokus pasar sekarang akan beralih ke kepatuhan.

OPEC memiliki sejarah panjang kecurangan pada kuota produksi. Fakta bahwa Nigeria dan Libya dibebaskan dari kesepakatan karena produksinya terganggu perselisihan sipil, akan lebih menekan pemimpin OPEC Arab Saudi untuk memikul sebagian besar pengurangan pasokan.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan kerajaan itu mungkin bersedia untuk memotong menjadi di bawah 10,058 juta barel per hari pada tahun depan.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA