Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Populasi Penyu di Jembrana Terus Menurun

Jumat 09 Dec 2016 20:09 WIB

Red: Andri Saubani

Ilustrasi anak penyu dilepasliarkan ke laut.

Ilustrasi anak penyu dilepasliarkan ke laut.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBRANA –  Populasi penyu di Kabupaten Jembrana, Bali, terus menurun dalam dua tahun terakhir. Penurunan populasi penyu ini, diduga karena pergantian iklim yang ekstrim serta sampah yang dibuang ke laut. “Sejak 2014, jumlah penyu yang membuat sarang dan bertelur di pesisir pantai Jembrana terus menurun,” kata Koordinator Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih I Wayan Anom Astika Jaya di Negara, Jumat (9/12).

Wayan mengatakan, dari pendataan berdasarkan sarang penyu oleh kelompoknya yang berada di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, pada 2014 ditemukan 256 sarang. Selanjutnya, pada 2015 sebanyak 183 sarang ditemukan dan hingga bulan Desember 2016 jumlah turun lagi menjadi 167 sarang.

Menurut dia, pada 2014 dari 14.012 butir telur, yang berhasil menetas 12.195 ekor yang seluruhnya dilepaskan ke laut. Pada 2015 ditemukan 12.539 telur dengan 8.940 di antaranya berhasil menetas. Dan pada 2016 meskipun jumlah sarangnya berkurang namun jumlah telur penyu yang ditemukan meningkat menjadi 13.141 butir dengan jumlah yang menetas 11.509 ekor.

“Kalau faktor alam seperti cuaca tidak banyak yang bisa dilakukan, tapi kalau masalah sampah di laut, diperlukan kesadaran manusia, karena sampah yang mereka buang berdampak negatif bagi habitat laut," ujarnya. Dari ribuan anak penyu atau tukik yang berhasil pihaknya tetaskan dan dilepas ke laut, jenisnya didominasi penyu lekang.

Ahmad Januar, salah seorang petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Jembrana mengaku, pihaknya belum menghitung secara menyeluruh untuk memprediksi populasi penyu dari tiga kelompok konservasi di wilayah tersebut. “Namun dari data awal, memang populasi penyu cenderung menurun akibat anomali cuaca, seperti yang harusnya musim hujan malah kemarau. Kami akan hitung dulu data pastinya untuk tahun 2016," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA