Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Presiden Iran Desak Konvergensi OPEC demi Stabilkan Pasar

Jumat 09 Des 2016 06:25 WIB

Red: Ani Nursalikah

Hassan Rouhani

Hassan Rouhani

Foto: AP/Mohammad Berno

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden Iran Hassan Rouhani pada Kamis (8/12) menyerukan kerja sama antara anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk menstabilkan pasar minyak mentah, televisi milik negara IRIB TV melaporkan.

"Hal ini diperlukan bagi anggota OPEC untuk melanjutkan kerja sama menstabilkan pasar dan menaikkan harga minyak mentah. Sebagai langkah pertama, produsen minyak mentah harus melakukan upaya maksimal mereka dalam enam bulan ke depan untuk melaksanakan kesepakatan dalam pertemuan OPEC baru-baru ini," kata Rouhani dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Dia menambahkan kelanjutan dari kontak antara 12 negara anggota OPEC adalah suatu keharusan. Dia menekankan dukungan untuk peningkatan harga minyak mentah, menggambarkan peran anggota non-OPEC dalam keberhasilan kesepakatan terbaru sebagai penting.

"Kerja sama yang erat antara OPEC dan produsen minyak non-OPEC untuk stabilitas pasar dan kenaikan harga adalah sangat penting," tegasnya.

Rouhani juga menyebut keputusan terbaru oleh OPEC untuk memangkas produksi minyak sebagai "keberhasilan" untuk kartel minyak dan pasar global, mengatakan dampak dari perjanjian ini akan dirasakan dalam beberapa bulan mendatang. OPEC memutuskan pada 30 November untuk memangkas produksi minyaknya sebesar 1,2 juta barel per hari (bph), menetapkan pagu produksi minyak di 32,5 juta barel per hari.

Pemotongan produksi itu efektif dari 1 Januari 2017, merupakan pengurangan minyak pertama kartel minyak sejak 2008. Menurut perjanjian, Iran akan akan mempertahankan produksinya 3,8 juta barel per hari, hampir sama dengan tingkat pra-sanksi negara itu pada 2008.

Pengurangan ini sedang dikoordinasikan dengan negara non-OPEC Rusia, yang berjanji akan memangkas produksinya 300 ribu barel per hari. OPEC dikatakan membentuk komite menteri untuk memantau pelaksanaan perjanjian pemangkasan produksi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA