Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Jawa Tengah Targetkan Kunjungan Wisata 34,1 Juta

Kamis 08 Des 2016 05:27 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Budi Raharjo

Wisatawan memotret matahari terbit dari Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tenngah.

Wisatawan memotret matahari terbit dari Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tenngah.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah menargetkan pada 2017 mampu mendatangkan kunjungan wisatawan nusantara sebanyak 34,1 juta orang dan wisatawan mancanegara 430 ribu orang. Pada 2018, jumlah kunjungan wisatawan nusantara ditargetkan sebesar 34,8 juta orang dan wisatawan mancanegara 435 ribu orang.

Untuk mendukung hal tersebut, PT Angkasa Pura I melakukan beberapa pengembangan di bandara yang berada di Jawa Tengah. Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Angkasa Pura I Moch Asrori mengatakan Angkasa Pura I tengah melaksanakan pengembangan dan perluasan terminal Bandara Ahmad Yani untuk meningkatkan daya tampung dan kualitas pelayanan.

"Bandara Ahmad Yani Semarang saat ini memiliki luas terminal penumpang 6.708 meter persegi dengan kapasitas 880 ribu penumpang per tahun. Hingga triwulan III tahun 2016 ini, jumlah penumpang yang melalui bandara ini telah mencapai angka 3,5 juta orang. Artinya, Bandara Ahmad Yani yang ada saat ini telah mengalami lack of capacity," ujar Asrori dalam siaran persnya, Rabu (7/12).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan di Provinsi Jawa Tengah dari tahun 2011 hingga 2015 meningkat rata-rata 11 persen. Hal ini karena Jawa Tengah dikenal memiliki potensi pariwisata beragam dan menarik, seperti wisata religi, wisata alam, wisata warisan budaya atau heritage, wisata kuliner, dan sebagainya.

“Kami selaku pengelola bandara mendukung rencana dan target Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendatangkan wisatawan ke provinsi ini. Angkasa Pura I senantiasa memberikan perhatian khusus pada pengembangan daerah, mendorong sinergi dengan Pemerintah Daerah, Kementerian Pariwisata, maskapai penerbangan, serta stakeholder lainnya untuk mengambil peran penting dalam usaha penyediaan kapasitas infrastruktur dan konektivitas sisi udara,” imbuh Asrori.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA