Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Baterai Mungil Ini Bisa Bertahan Selama Satu Pekan

Selasa 06 Dec 2016 12:55 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Dwi Murdaningsih

Baterai berteknologi nano yang bisa mengisi dalam hitungan detik.

Baterai berteknologi nano yang bisa mengisi dalam hitungan detik.

Foto: University of Central Florida via Physic.org

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ilmuwan mengembangkan baterai berteknologi nano berkapasitas besar. Canggihnya, baterai super canggih ini hanya membutuhkan waktu hitungan detik untuk terisi penuh. Hebatnya, penggunaannya bisa bertahan kurang lebih satu pekan.

Baterai tersebut merupakan hasil penelitian dari University of Central Florida, Amerika Serikat. Para peneliti menggunakan super kapasitor untuk menuntaskan penelitiannya. Kapasitor merupakan komponen listrik yang dipakai sebagai tempat menyimpan dan melepaskan sumber energi listrik. Kapasitor mampu bekerja lebih cepat dan bertagan lama dibandingkan dengan baterai pada umumnya.

Bentuknya juga lebih fleksibel. Apabila melihat baterai ponsel yang ada saat ini, biasanya ukurannya hampir setengah dari badan ponsel. Namun para peneliti dari Florida tersebut menggunakan kapasitor yang justru lebih kecil dari ukuran baterai pada umumnya. Sebelumnya beberapa penelitian menggunakan 2-D nano material. Tetapi tidak ada yang benar-benar mendapatkan hasil.

Yeonwoong Jung, pemimpin penelitian tersebut yang juga seorang NanoScience, membuat kapasitor tersebut berhasil menjadi baterai berdaya tahan lama. Kapasitor tersebut terbuat dari jutaan material berukuran nano dan 2-D material berupa sel atau jaringan. Kemudian nano 2-D akan melakukan transfer daya super cepat. Hal tersebut yang membuat baterai bisa cepat terisi penuh.

Komponen tersebut juga membuatnya lebih tahan lama. Hanya dalam hitungan detik saja baterai bisa penuh. Pemilik ponsel tidak perlu terlalu sering melakukan pengisian baterai. Perbandingannya sekitar 30 ribu kali lebih cepat dari baterai biasa. Laman fastcompany.com menyebutkan, baterai memang belum siap untuk industri komersial. Apabila sudah siap, kemungkinan besar mobil listrik yang akan lebih dulu menggunakannya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA