Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Raja Arab: Bantuan untuk Pengungsi Palestina adalah Tugas Keagamaan

Selasa 15 Nov 2016 13:47 WIB

Rep: mgrol86/ Red: Agus Yulianto

Imam Masjid Al Aqsha Palestina Syeikh Ikrimah Shabri

Imam Masjid Al Aqsha Palestina Syeikh Ikrimah Shabri

Foto: Republika/Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Kabinet yang dipimpin dua Penjaga Masjid Suci Raja Salman di Palace Al-Yamamah menegaskan, kembali dukungannya untuk pengungsi Palestina dan UNRWA (badan PBB yang mengurus kesejahteraan) untuk mencapai tujuan-tujuan kemanusiaan mereka. Raja berkeyakinan itu adalah kewajiban agama dan kemanusiaan.

"Arab Saudi akan terus memberikan perawatan kepada lebih dari lima juta pengungsi Palestina. Kerajaan tetap berada di daftar utama donor mereka," katanya seperti dilansir ArabNews, kemarin.

Kabinet juga membahas pidato yang disampaikan Kerajaan di PBB, yang mewakili kelompok Arab. Kabinet mendesak PBB untuk menyelidiki praktik-praktik kejahatan Israel terhadap hak asasi manusia (HAM) rakyat palestina. Selama ini, pasukan pendudukan Israel telah melakukan kekerasan, tindakan provokasi, agresi, dan terorisme terhadap rakyat Palestina.

Raja juga menyesalkan Israel yang menantang resolusi PBB, dan menegaskan kembali bahwa Kerajaan menyambut inisiatif Perancis yang menyerukan konferensi perdamaian internasional, menurut kerangka acuan dari proses perdamaian, terutama inisiatif damai Arab.

Kabinet menghargai langkah-langkah yang diambil pada pertemuan pertama Komisi Ekonomi dan Pembangunan Negeri dari Gulf Cooperation Council (GCC), didirikan berdasarkan direktif oleh Raja Salman dengan tujuan untuk meningkatkan tindakan gerakan negara gabungan Teluk. Menteri kebudayan dan Informasi Dr Essam bin Saad bin Saeed mengakatan kabinet sepenuhnya mendukung pandangan Wakil Raja Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Menteri pertahanan, serta ketua Dewan Ekonomi dan Pembangunan Negeri, negara-negara GCC (Gulf Cooperation Council) harus bersatu membentuk sebuah blok yang kuat.

"GCC memiliki kesempatan menjadi kekuatan ekonomi terbesar keenam di dunia jika anggotanya berfungsi dengan baik pada tahun-tahun mendatang," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA