Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

MUI Minta Pelaku Bom Samarinda Dihukum Berat

Senin 14 Nov 2016 14:24 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Agus Yulianto

Personel Brimob Polda Kaltim mengamankan lokasi ledakan bom di Gereja Oikumene Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11).

Personel Brimob Polda Kaltim mengamankan lokasi ledakan bom di Gereja Oikumene Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11).

Foto: Antara/Amirulloh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelaku Bom Samarinda. Mereka juga meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Sebab, biar bagaimana pun, dalam Islam, terorisme adalah sesuatu yang haram.

"Sikap kita tetap bagaimana pun terorisme itu haram dan tidak boleh ada. Harus dihukum seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia," kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Tengku Zulkarnain saat dihubungi Republika, Senin (14/11).

Selain itu, kata Tengku, aparat kepolisian juga harus memproses pelaku bom Samarinda dengan jelas dan transparan. Jangan sampai ada rekayasa dalam kasus tersebut, sehingga tidak menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat. "Polisi harus bertindak jelas dan transparan. Jangan sampai ada rekayasa juga di sini," ucap Tengku.

Seperti diketahui, ledakan bom molotov terjadi di depan Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, Ahad (13/11). Ledakan bom molotov tersebut melukai lima orang di mana empat orang di antaranya adalah anak-anak.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA