Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Hidup Normal dengan Diabetes? Ikuti Lima Langkah Ini

Selasa 08 Nov 2016 14:51 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Winda Destiana Putri

Diabetes

Diabetes

Foto: Boldsky

REPUBLIKA.CO.ID, Diabetes mellitus dinilai sebagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan akan terus melekat pada penderitanya. Risiko beragam komplikasi pun seakan tak pernah berhenti menghantui penderita diabetes.

Meski begitu, sangat mungkin bagi penderita diabetes untuk bisa menjalani hidup dengan normal dan tetap produktif. Kuncinya ialah komitmen penderita diabetes dalam mengelola penyakit diabetes, khususnya dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah dan kadar lemak darah dalam batas normal.

Dengan pengelolaan penyakit diabetes yang baik, penderita diabetes tidak hanya dapat menjaga kualitas hidupnya sehingga dapat hidup senormal mungkin. Pengelolaan penyakit diabetes juga membantu penderita diabetes menghambat risiko komplikasi sekaligus mencegah mortalitas atau kematian akibat diabetes.

Dengan mencapai target, orang yang menderita diabetes tidak akan komplikasi. "Kalau komplikasi sudah terjadi sebelumnya, komplikasinya tidak akan semakin jelek. Itu intinya," ujar dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan endokrin RS Cipto Mangunkusumo, Suharko Soebardi, saat ditemui dalam sosialisasi Jakarta Diabetes Meeting 2016 bersama Roche di JW Marriott Hotel, Selasa (8/11).

Suharko mengatakan ada lima cara yang bisa dilakukan pederita diabetes untuk mengelola penyakit yang progresif ini. Berikut ini ialah kelima langkah tersebut seperti dituturkan oleh Suharko.

Edukasi
Penting bagi penderita diabetes untuk benar-benar memahami penyakit yang mereka derita. Dengan pemahaman yang baik, akan semakin terdorong pula kesadaran penderita untuk menjaga kesehatan diri. Di samping itu, edukasi juga memungkinkan penderita untuk mengetahui perkembangan terbaru seputar diabetes dan terapinya.

Terapi Gizi Medik
Oleh awam, istilah ini lebih dikenal sebagai pengaturan pola makan yang baik. Penderita diabetes harus sangat menjaga asupan makannya tetap seimbang untuk menghindari risiko hiperglikemia maupun hipoglikemia. Di sisi lain, penderita diabetes juga harus mengonsumsi jumlah kalori yang tepat karena salah satu kendala yang cukup umum dihadapi penderita diabetes ialah asupan kalori berlebih.

Ketika penderita diabetes tidak menjaga pola makan, maka kadar gula darah pun akan ikut mengalami peningkatan. Ketika kadar gula tinggi, Suharko mengatakan penderita diabetes memang umumnya akan merasa baik-baik saja. Akan tetapi, dalam lima hingga 10 tahun mendatang, risiko komplikasi yang dihadapi oleh penderita diabetes yang tidak menjaga gula darahnya akan mulai tampak. "Harus benar-benar diperhatikan berapa jumlah kalori yang masuk, kalau jatah per hari misalnya 1.900 kalori, dia harus lincah menghitung berapa jatah kalori yang tersisa setiap makan," jelas Suharko.

Aktivitas Fisik
Berolahraga secara rutin penting bagi penderita diabetes untuk menjaga kondisi tetap prima. Suharko menyarankan penderita diabetes setidaknya melakukan olahraga rutin sebanyak tiga hingga empat kali per minggu. Dalam satu kali sesi, penderita diabetes bisa melakukan olahraga sekitar 30 menit.

Obat-Obatan
Suharko mengatakan penderita diabetes harus secara rutin mengonsumsi obat-obatan atau menggunakan insulin sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter. Agar hasil pengobatan yang ingin dicapai maksimal, penderita diabetes juga harus secara rutin berkonsultasi dengan dokter agar dokter busa melakukan penyesuaian dosis sesuai dengan kondisi perkembangan si penderita diabetes.

Pemantauan Gula Darah
Salah satu fungsi pemantauan gula darah ialah untuk mengetahui seberapa baik obat yang dikonsumsi penderita diabetes terhadap target pencapaian pengobatan. Di samping itu, pengecekan gula darah mandiri di waktu yang tepat dengan menggunakan glukometer juga akan membantu penderita diabetes untuk menjaga kestabilan kadar gula darah sehingga terhindar dari risiko hiperglikemia maupun hipoglikemia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA