Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Panglima TNI: Resolusi Jihad Sangat Erat Hubungannya dengan Hari Pahlawan

Ahad 06 Nov 2016 12:50 WIB

Red: Agus Yulianto

 Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto  saat menghadiri Rapat Akbar Aktualisasi Resolusi Jihad, dengan tema Meneguhkan Kedaulatan Bangsa, bertempat di Aula H. Bachir Achmad Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur,

Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto saat menghadiri Rapat Akbar Aktualisasi Resolusi Jihad, dengan tema Meneguhkan Kedaulatan Bangsa, bertempat di Aula H. Bachir Achmad Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur,

Foto: dok. Puspen TNI

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG -- Resolusi Jihad sangat erat hubungannya dengan Hari Pahlawan 10 November. Bahkan, jihad fisabilillah mempunyai nilai sejarah yang selama ini tidak pernah digali arti dan maknanya.

Demikian dikatakan Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menghadiri Rapat Akbar Aktualisasi Resolusi Jihad, dengan tema “Meneguhkan Kedaulatan Bangsa”, bertempat di Aula H. Bachir Achmad Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Sabtu (5/11/2016).

Menurut Aster Panglima TNI, sejarah mencetak negeri ini (NKRI) dengan semangat fisabilillah dan pengabdian yang tinggi dari para ulama dan santri yang telah berjuang pada saat itu, untuk merebut kemerdekaan yang dinikmati sampai dengan hari ini. "Mungkin tidak akan pernah ada Hari Pahlawan 10 November, apabila tidak ada Resolusi Jihad, dan mungkin kita tidak pernah merdeka sampai sekarang,” kata Mayjen TNI Wiyarto dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id.

Aster Panglima TNI menyampaikan bahwa, pada saat merebut kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, seluruh masyarakat Indonesia termasuk para ulama dan santri yang turun ke medan pertempuran, itu hukumnya adalah wajib. Hal ini pernah dikatakan KH Hasyim Ashari saat pemerintahan Soekarno, yaitu “Apabila kita semua melakukan perlawanan atau perang merebut kemerdekaan, itu hukumnya wajib atau fardu Ain, dan itu adalah jihad fFisabilillah perang suci di jalan Allah SWT,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wiyarto juga mengatakan, bahwasanya Indonesia sebagai negara Islam terbesar dan Islam yang paling demokratis, memiliki kesopanan dan kesantunan yang telah tersohor di dunia. “Tetap jaga persatuan bangsa dan jangan sampai terjadi sesuatu yang dapat menghancurkannya,” tegasnya.

“Insya Allah dengan semangat kebangsaan yang telah disampaikan para Kiyai tadi, ke depan kita bergandengan tangan untuk bersilahturahim menjaga NKRI dan ukhuwah Islamiyah. Itulah aspek tujuan kami, khususnya dari TNI,” kata Wiyarto.

Rapat Akbar Aktualisasi Resolusi Jihad antara lain dihadiri oleh Kapusbintal TNI Laksma TNI Ir Daradjat Hidajat MAP, Kasdam V/Brw Brigjen TNI Rahmat Pribadi, KH.Salahudin Wahid, Kiyai Sholeh Qosim, Kiyai Maimun Zubair, Kiyai Anwar Mansur dan Habib Sholeh Al Jufri serta ribuan santri dan santriwati Se-Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA