Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Masjid Jamiul Alfar, Tertua dan Terunik di Kolombo

Rabu 02 Nov 2016 18:00 WIB

Rep: Syahruddin el-Fikri/ Red: Agung Sasongko

masjid Jamiul Alfar

masjid Jamiul Alfar

Foto: bujangmasjid.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid Jamiul Alfar adalah salah satu masjid tertua di Kota Kolombo dan merupakan ikon pariwisata di Ibu Kota Sri Lanka ini. Ciri khas desain arsitektur masjid ini adalah ornamen atau dekoratif dinding belang merah dan putih yang menghiasi bagian luar bangunan masjid.

Namun, dibandingkan warna putih, warna merah tampak lebih mendominasi. Karenanya, ada yang menyebut masjid ini dengan nama Samman Kottu Palli (dalam bahasa Tamil asli, red), atau Rathu Palliya (dalam bahasa Sinhala, red), dan Masjid Merah (dalam bahasa Inggris, red). Dalam bahasa Arab, aslinya bernama Jami' al-Azhfar.

Masjid ini berada di daerah sentra bisnis Kota Kolombo, Pettah. Tepatnya di perempatan jalan Puraokottai yang merupakan jalanan terbesar kedua di Kolombo. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1908 dan selesai tahun 1909. Bangunan masjid dirancang oleh HL Saibo Lebbe.

Menurut website resmi yang dikelola oleh Masjid Jamiul Alfar, redmasjid.com, disebutkan bahwa keberadaan masjid ini bermula dari para saudagar Muslim asal India yang melakukan perjalanan bisnis dan singgah di wilayah Ibu Kota Sri Lanka saat ini. Karena seringnya mereka singgah di wilayah tersebut, maka keberadaan bangunan tempat ibadah menjadi persoalan serius kala itu.

Kemudian, atas inisiatif para pedagang Muslim ini, maka dibangunlah sebuah masjid di sana. Keberadaan bangunan masjid ini pada akhirnya mendorong beberapa orang di antara mereka untuk tinggal dan menetap di wilayah tersebut. Para keturunan pedagang Muslim asal India inilah yang saat ini menjadi bagian dari kelompok minoritas Muslim Sri Lanka.

Masjid Jamiul Alfar merupakan salah satu bangunan berarsitektur unik yang terdapat di Sri Lanka. Arsitekturnya memperlihatkan kekayaan akan nilai kebudayaan Islam yang dipadu dengan kemegahan bangunan kastil di Inggris.

Sementara itu, detail struktur bagian luar masjid yang didominasi warna merah dan putih menampilkan efek 'kue lapis'. Karenanya, dalam bahasa Inggris disebut dengan nama red masjid (masjid merah). Namun, penggunaan warna merah tersebut tidak menghilangkan nilai spiritual yang terdapat pada bangunan megah ini. Justru, warna merah mencolok ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dan para pelaku bisnis yang berkunjung ke Kolombo. Sedangkan, dinding bagian dalam didominasi oleh warna hijau toska.

Tidak hanya menampilkan efek 'kue lapis' berwarna merah putih, sang arsitek juga berupaya mengedepankan pola lengkungan (archway) pada bagian atap dinding. Pola archway ini digunakan hampir pada setiap pintu masuk yang menghubungkan bagian halaman dalam masjid dengan ruang tempat shalat di lantai dasar.

Seperti lazimnya bangunan masjid, Masjid Jamiul Alfar ini juga memliki menara. Jumlah keseluruhan menara yang terdapat pada bangunan masjid ini berjumlah 14 buah, terdiri dari dua menara berukuran sedang dan sisanya berukuran kecil. Tak ada keterangan mengenai alasan jumlah menara tersebut.

Sementara itu, keberadaan masjid yang terletak tepat di tengah pusat keramaian, memaksa pengurus masjid untuk menempatkan sejumlah alat pengeras suara saat azan berkumandang. Beruntung pemerintah setempat tak menghiraukan keberadaan pengeras suara maupun menara masjid seperti yang dialami Muslim di Swiss.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA