Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Harga Cabai Meroket Gara-Gara Hujan

Rabu 02 Nov 2016 12:18 WIB

Rep: Bowo Priadi/ Red: Dwi Murdaningsih

Pedagang menata cabai merah keriting di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Kamis (13/10).

Pedagang menata cabai merah keriting di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Kamis (13/10).

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pasokan cabai di sejumlah pasar tradisional di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya mulai tersendat. Cuaca dituding menjadi pemicu produktivitas petani cabai di sejumlah wilayah.

Imbasnya, harga cabai di tengah- tengah masyarakat pun ikut melonjak. "Harga cabai merah keriting tembus Rp 40 ribu per kilogram," ungkap Subekti (63), pedagang sayuran di Pasar Jati, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Rabu (2/11).

Dalam sepekan terakhir, kata dia, pasokan cabai dari pedagang besar sudah tersendat. Alasannya hujan membuat petani tak dapat memaksimalkan hasil pertanian mereka. Termasuk produksi cabai juga mengalami penurunan.

Pun demikian di tingkat pedagang, di pasar- pasar tradisional seperti dirinyaa juga tidak bisa mendapatkan stok seperti biasanya. "Jika sebelumnya bisa menjual rata- rata 1 kuintal cabai, yang terdiri atas cabai rawit, cabai merah keriting dan cabai teropong. Sekarang hanya separuhnya saja," kata dia.

Ia juga mengakui, meski harga cabai tengah melonjak, permintaan cabai oleh konsumen sama sekali tak terpengaruh. Berapapun harga cabai pasti juga dibeli oleh masyarakat untuk kebutuhan dapurnya.

Kondisi yang sama juga dialami para pedagang di Pasar Babadan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Pasokan cabai dari wilayah penghasil, seperti Bandungan dan Getasan sudah sepekan terakhir tersendat. Baik komoditas cabai merah keriting, cabai rawit setan, cabai teropong maupun cabai rawit.

Maryanti (55), salah seorang pedagang di pasar ini mengaku, stok yang masih melimpah saat ini adalah cabai rawit kuning. Namun cabai jenis ini kurang banyak diminati oleh pembelinya, karena mudah busuk.

Pada curah hujan tinggi, katanya, tanaman cabai rentan mengalami penurunan produksi. Di kawasan penghasil seperti Bandungan dan Getasan petani tidak dapat mengoptimalkan produksinya. Dampaknya, di tingkat pasar harga cabai kembali meroket, meski belum menembus angka ratusan ribu per kilogram.

"Saat ini harga tertinggi jenis cabai rawit setan, yang sudah menembus Rp 46 ribu per kilogram," kata Maryanti.

Sedangkan harga cabai lainnya masing- masing, cabai rawit Rp 27 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp 39 ribu per kilogram, cabai teropong Rp 32 ribu per kilogram dan cabai rawit kuning Rp 24 ribu per kilogram.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA