Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Curahan Hati Mahasiswi Muslim yang Tinggal di AS

Rabu 02 Nov 2016 10:22 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agus Yulianto

Muslimah Amerika

Muslimah Amerika

Foto: muslimvillage.com

REPUBLIKA.CO.ID, GEORGIA -- Rachel Garcia seperti mahasiswi lainnya dalam banyak hal, kecuali agamanya. Rachel seorang Muslim yang tinggal di kota kecil Milledgeville negara bagaian Georgia, Amerika Serikat. Dia sering mendapat kritikan, tapi dia tetap berusaha mengubah persepsi orang-orang di kampus terhadap dirinya.

"Saya sering menjumpai orang-orang di Mall yang berkata kepada saya, oh Tuhan menjauh dariku kamu akan meledakanku," ujar Rachel, dilansir dari 13wmaz, Rabu (2/11).

Rachel belajar Liberal Studies di Universitas Georgia dan Universitas Negeri. Ia mengaku, memiliki pengalaman yang pahit karena dirinya sulit diterima masyarakat di Milledgeville.

Menurutnya, hampir setiap waktu menjadi bahan pembicaraan orang-orang. Hal tersebut sangat wajar membuatnya merasa sangat sedih. Orang-orang di mal berkata seperti itu untuk membuat lelucon karena dirinya seorang Muslim. "Saya mengatakan pada orang-orang di mal, perbuatan mereka sangat tidak lucu dan bukan lelucon," ujarnya.

Rachel menceritakan, baru-baru ini, mendapat pelayanan yang kurang mengenakan dari petugas ketika mengunjungi kantor pemerintah. Padahal, mengunjungi kantor pemerintah hanya untuk memenuhi dokumen sebagai persyaratan pernikahannya. "Tapi, petugas benar-benar bersikap kasar," katanya.

Menurut Rachel, petugas yang bersikap kasar karena jilbab yang dikenakannya. Beberapa hari kemudian, dia kembali ke kantor pemerintahan tanpa menggunakan jilbab. Ternyata petugas pemerintahan jauh lebih baik dibanding beberapa hari yang lalu saat mengenakan jilbab.

"Saya bertanya kepada petugas itu, apakah masih mengenal saya yang datang ke kantor beberapa waktu lalu mengenakan jilbab, kemudian sikap petugas itu langsung berubah," jelasnya.

Sampai saat ini Rachel masih mendapatkan kritikan. Bahkan dari teman-temannya di kampus. Karenanya, ia ingin membuat sebuah perubahan. Ia ingin membuat Asosiasi Mahasiswa Muslim di kampus.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA