Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Penyelidikan Surel Clinton, Harga Dollar Jatuh

Sabtu 29 Oct 2016 04:33 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Esthi Maharani

Calon presiden AS Hillary Clinton dan Donald Trump usai melakukan debat ketiga dan terakhir di Las Vegas, rabu, 19 Oktober 2016.

Calon presiden AS Hillary Clinton dan Donald Trump usai melakukan debat ketiga dan terakhir di Las Vegas, rabu, 19 Oktober 2016.

Foto: AP Photo/John Locher

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Wall Street mencatat harga saham Amerika jatuh seiring keluarnya pernyataan dari FBI atas penyelidikan lebih lanjut kasus Surel Pribadi Hillary Clinton. Dollar tergelincir dan berada dibawah Yen dan Euro.

Dilansir dari Reuters, Dow Jones industrial average naik 20,04 poin, atau 0,11 persen, ke 18,189.72, sementara S & P 500 kehilangan 4,44 poin, atau 0,21 persen, ke 2,128.6 dan Nasdaq Composite .IXIC turun 19,76 poin, atau 0,38 persen, ke 5,196.21 .

Hasil pada patokan Treasury 10-tahun mencatat US10YT = RR tergelincir sebentar setelah berita FBI tetapi kemudian diratakan ke 1,8486 persen. Brent crude LCOc1 turun 1,04 persen, atau 81 sen, di $ 49,66 per barel pada 02:00 ET (1800 GMT), dan minyak mentah AS adalah 2,05 persen, atau $ 1,01, lebih rendah pada $ 48,70 CLc1.

Dollar Amerika berbalik arah, menjatuhkan 0,57 persen terhadap sekeranjang mata uang utama DXY. Jatuh ,68-104,61 terhadap yen setelah sebelumnya menyentuh tiga bulan dari 105,50.

Sebelumnya pada hari itu, perkiraan AS kuartal kedua produk domestik bruto menunjukkan pertumbuhan ekonomi tahunan dari 2,9 persen, tingkat tercepat dalam dua tahun. Namun, dorongan itu datang sebagian besar dari pemulihan persediaan dan lonjakan ekspor pertanian setelah panen kedelai miskin di Argentina dan Brazil tahun ini diuntungkan penjualan oleh eksportir Amerika.

Sementara itu, investasi bisnis di peralatan dikontrak untuk kuartal berturut keempat dan pertumbuhan konsumsi pribadi melambat menjadi 2,1 persen dari 4,3 persen.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA