Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Nusron: Lebih Menista Agama Mana Antara Ahok dan Muslim yang Biarkan Kemiskinan?

Rabu 26 Oct 2016 08:21 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Nusron Wahid

Nusron Wahid

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota tim sukses Ahok yang juga politikus Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan, lebih menista agama mana antara Ahok dengan mayoritas umat Islam yang masih membiarkan kemiskinan dan yatim piatu menderita?. Ia pun merujuk surah Al Maun.

"Ahok sudah minta maaf dan klarifikasi pernyataanya, apa kita sudah total entaskan kemiskinan dan anak yatim sesuai perintah Alquran?" tanyanya lewat kicauan di Twitter, semalam. 

Menurutnya,  manusia itu lebih sensitif terhadap orang lain, daripada terhadap kekurangan diri sendiri. Itulah ciri orang yang tidak adil. "Semoga kita bisa adil."

Dalam kicauannya Nusron juga mempertanyakan mereka yang mengaku-aku NU namun tidak pernah ikut nyantri atau menjalankan budaya-budaya gerakan itu.  "Makin nyata, hari-hari ini bukann orang NU. Sok ngaku NU dan paling tahu tentang NU. Padahal nyantri gak pernah, ikut kaderisasi apalagi. Kepoo," katanya.

Celakanya, kata Nusron, mereka melihat NU dengan caranya sendiri, bukan dengan NU. Mereka tidak pernah menjalankan ritus NU. Justru sering "mengadili" amalan NU. "Contohnya hari ini. Silaturrahmi ke kyai itu rutin. Beda pendapat juga biasa. Tetap silaturrahmi. Dari dulu kekuatan NU itu," katanya. 

KH Wahab Chasbullah sering beda pendapat denga KH Bisri Syansuri, tetap silaturrahmi. Mbah Wahab pendukung Sukarno, sedangkan Mbah Bisri nggak setuju.

"KH Maksum Lasem sering beda pendapat soal hukum dengan KH Baedlowi. Tetap silaturrahmi. Tidak ada yang aneh. Biasa. Karena saling paham," jelasnya.  "Subhan ZE anti Sukarno. Mbah Wahab pro-Sukarno. Silaturrahmi dan tetap kekeh dengan pendiriannya. Itulah NU. Lentur, luwes dan moderat."

Baca juga, Ini Pernyataan Kontroversial Nusron Wahid yang Mengkritik Keputusan MUI.

Nusron mengatakan, ia dukung dan bela Ahok dalam kasus tuduhan menista Alquran. Kyai mungkin tidak setuju dengan sikapnya, tetap silaturrahmi. "Tabayyun biasa," kata Nusron.

Ketika ditanya mengapa dukung Ahok, Nusron menyampaikan argumentasi landasan fiqh-nya. Beliau (kyai) memahami. "Soal beda itu biasa di NU. Cair dan tidak kaku," jelasnya.  "Kita yang didik di pesantren dan NU terdidik harus tasawwur sebelum tashdiq. Paham persoalan sebelum mengambil sikap. Tidak gampang menuduh."

Sebelumnya Nusron bersilaturahmi dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin yang juga warga NU. Dalam kicauan sebelumnya, ia menegaskan tidak pernah ribu dengan Ma'ruf Amin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA