Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Korban Terorisme Jadi Fokus RUU

Selasa 25 Oct 2016 22:52 WIB

Red: Angga Indrawan

Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius

Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius

Foto: BNPT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius menyatakan bahwa perlindungan dan penanganan korban terorisme menjadi salah satu fokus utama dalam Revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa ada perhatian negara kepada korban terorisme.

"Ada semacam tanggung jawab negara di situ," ujar Suhardi ketika ditemui di Jakarta, Selasa (25/10).

Meskipun penanganan korban terorisme sudah diatur dalam UU Nomor 15 Tahun 2003 (UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme), namun Suhardi menyatakan ketentuan tersebut belum sempurna. Suhardi menilai undang-undang tersebut masih terfokus pada pelaku terorisme, namun kurang memperhatikan penanganan korban terorisme.

"Maka perlu disempurnakan, karena ketentuan tersebut belum membahas definisi yang jelas mengenai korban terorisme," kata Suhardi.

Penanganan korban terorisme berupa kompensasi, bantuan medis, serta bantuan rehabilitasi trauma psikologi pascaperistiwa terorisme juga dikatakan Suhardi belum diatur lebih jelas dalam undang-undang tersebut. Oleh sebab itu, Revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme ini akan membahas permasalahan kompensasi dan rehabilitasi korban terorisme.

"Selain pencegahan dan penindakan aksi terorisme, untuk penanganan korban berupa kompensasi dan rehabilitasi juga akan dibahas," kata Suhardi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA