Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Setop Pungli di Sekolah

Senin 24 Okt 2016 18:08 WIB

Red: Agung Sasongko

Asep Sapaat bersama komunitas belajar

Asep Sapaat bersama komunitas belajar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerhati Pendidikan, Asep Sapaat menilai sekolah bisa jadi pembunuh karakter anak bangsa yang paling efektif. Caranya, biarkan kepala sekolah dan guru tak berintegritas hadir mendampingi anak di sekolah.

"Faktanya, siswa mencontek dibiarkan bahkan dibantu gurunya. Yang paling memilukan, orang nomor satu di sekolah berlagak preman dengan melakukan pungli," kata dia dalam pesan singkat yang diterima, Republika.co.id, Jumat Kemarin.

Menurut Asep, apa yang dilakukan guru dan kepsek saling berkait. Karena krisis kepemimpinan dan keteladanan, jangan harap sekolah bisa jadi ruang penanaman karakter bagi anak-anak kita.

Karena itu, kasus pungli di dunia pendidikan mestinya menggugah kesadaran publik tentang hal, pertama, perilaku pungli yang dilakukan kepsek cerminan dari problem kepemimpinan sekolah, yaitu leader without leadership.

"Hal ini menunjukkan bahwa sistem seleksi kepala sekolah mengabaikan aspek integritas dan kredibilitas sebagai parameter kepantasan seseorang mengemban amanah sebagai kepsek," kata dia.

Kedua, perilaku kepsek yang melakukan tindakan pungli memberikan informasi penting bahwa sekolah tak bebas dari praktik korupsi dan manipulasi. Jika kepsek berperilaku tercela, maka perilaku ini akan menguatkan persepsi masyarakat sekolah untuk menjadi dasar pembenaran atas tindakan tercela mereka.

"Misal, siswa akan lebih percaya diri untuk mencontek, orang tua tak malu-malu untuk suap guru atau kepsek, guru nyaman untuk berperilaku abai terhadap aturan sekolah," katanya.

Ketiga, sekolah tak bisa jadi ruang peristiwa bagi anak untuk membangun karakter dan jiwa kepemimpinan ketika dipimpin kepsek yang cacat moral.

"Setop pungli di dunia pendidikan. Pecat kepsek cacat intergritas moral. Pulihkan kembali sekolah sebagai ekosistem yg sehat untuk menumbuhkan budi pekerti anak," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA