Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Menopause Hantui Wanita Muda, Waspadai Pemicunya!

Ahad 23 Okt 2016 08:29 WIB

Red: Esthi Maharani

Persiapkan diri menjelang menopause/ilustrasi

Persiapkan diri menjelang menopause/ilustrasi

Foto: yorkshiretimes.co.uk

REPUBLIKA.CO.ID, Usia rata-rata wanita saat mengalami menopause ialah 51 tahun. Akan tetapi, penelitian terbaru yang dilakukan Institute for Social and Economic Change mengungkapkan menopause bisa terjadi pada wanita muda. Salah satu kasus menopause paling cepat terjadi pada wanita berusia 29 tahun asal India.

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menemukan sebanyak empat persen dari wanita berusia 29-34 mengalami menopause dini. Sedangkan persentase tersebut meningkat hingga delapan persen pada kelompok wanita berusia 35-39 tahun.

Medical director and IVF specialist dari Mother's Lap IVF Centre, Shobha Gupta, menemukan bahwa premature ovarian failure (POF) merupakan biang masalah dalam kasus menopause dini pada wanita. Gupta mengatakan POF merupakan sebuah kondisi ovarium berhenti berfungsi secara normal sebelum wanita memasuki usia 40 tahun.

Gupta mengatakan ada beberapa hal yang dapat menyebabkan POF terjadi hingga berujung pada menopause dini. Beberapa di antaranya ialah gaya hidup yang teramat sibuk, dikombinasikan dengan faktor-faktor peningkat stres serta perubahan pola makan yang tidak sehat.

"Tubuh wanita saat ini mengalami banyak perubahan karena tuntutan suasana dan gaya hidup, yang karena itulah kita menemukan kasus-kasus premature ovary failure pada dewasa muda," terang Gupta seperti dilansir Huffington Post.

Oleh karena itu, Gupta menyarankan agar wanita yang memiliki keluhan medis khususnya terkait kesuburan, perlu segera berkonsultasi ke dokter. Atas fenomena menopause dini ini juga, Gupta menyarankan agar wanita untuk merencanakan keturunan tepat waktu.

Senada dengan Gupta, ahli infertilitas dari Shantah IVF Center, Anubha Singh, mengatakan ada beberapa gaya hidup yang sangat mempengaruhi terjadinya menopause dini seperti merokok, konsumsi alkohol dan gizi yang tidak mencukupi. Selain itu beberapa faktor lain juga berisiko meningkatkan risiko menopause dini seperti penyakit thyroid dan penyakit autoimun, serta paparan radiasi seperti kemoterapi dan radioterapi.

Menurut para dokter, menopause dini memiliki gejala yang sama dengan menopause alami. Beberapa gejala tersebut di antaranya ialah perubahan suasana hati yang cepat, siklus menstruasi, sedih tanpa alasan, hingga merasa panas demam dan kurang tidur.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA