Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

EDI Indonesia Kenalkan PLB Inventory di Ajang JILSE 2016

Sabtu 22 Oct 2016 21:20 WIB

Red: Hazliansyah

PT EDI Indonesia dan PT Kawasan Berikat Nusantara kenalkan PLB Inventory di JILSE 2016

PT EDI Indonesia dan PT Kawasan Berikat Nusantara kenalkan PLB Inventory di JILSE 2016

Foto: IST

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Electronic Data Interchange Indonesia (EDII) bersama PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) memperkenalkan produk Pusat Logistik Berikat (PLB) Inventory di ajang Jakarta International Logistic Summit & Expo (JILSE) 2016.

PLB Inventory yang sudah diimplementasikan di PT KBN dan PT Pertamina Drilling ini merupakan produk yang dapat memberikan solusi sistem informasi di dunia logistik.

"Kami memiliki aplikasi yang bernama PLB Inventory, aplikasi ini dapat meminimalisir baik waktu maupun biaya dalam bidang logistik serta memiliki fasilitas penyediaan akses pasar ekspor bagi pelaku UMKM," ujar E. Helmi Wantono, Direktur Utama PT EDI Indonesia dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/10).

Aplikasi berbasis web dengan platform cloud computing ini dapat mempermudah proses bisnis di dalam pusat logistik berikat agar menjadi lebih efektif dan efisien seta terpantau secara real-time online. Sesuai dengan prosedur yang diterapkan Bea dan Cukai sebagai salah satu syarat menjadi Pusat Logistik Berikat (PLB).

"EDII menawarkan solusi untuk para pelaku usah dibidang logistik untuk dapat mempermudah proses bisnis dengan tujuan menekan waktu dan biaya, sehingga kegiatan bisnis dapat berjalan maksimal," ujarnya.

JILSE 2016 merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada 19 hingga 21 Oktober kemarin. Ajang ini mempertemukan para pemasok luar negeri, importir dalam negeri dan para pelaku usaha di bidang logistik sekaligus meresmikan PLB tahap II, dengan tema menjadikan Indonesia sebagai pusat atau hub logistik di Asia Pasifik.

Sebelumnya dalam pembukaan, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, bahwa tingkat peranan logistik di Indonesia masih tertinggal dengan negara lain di Asia Pasifik.

"JILSE 2016 ini merupakan upaya lanjutan pemerintah untuk mensosialisasikan program pusat logistik berikat (PLB) yang mana sangat diperlukan guna mendorong pertumbuhan jumlah PLB di Indonesia," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA