Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Pasien Kanker Diperkirakan Terus Meningkat

Kamis 20 Okt 2016 23:12 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Warga membaca buklet berisi informasi tentang Kanker Serviks, pada acara Sehat Siaga Serviks

Warga membaca buklet berisi informasi tentang Kanker Serviks, pada acara Sehat Siaga Serviks

Foto: ANTARA/Andika Betha

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof dr Hasbullah Thabrany memperkirakan jumlah penderita kanker di Indonesia akan terus meningkat lebih dari 60 persen pada 2030 dibandingkan 2012 yang mencapai angka 489.800 orang.

"Pada 2012 diperkirakan terdapat 299.700 kasus kanker baru dan 194.500 kematian akibat kanker di Indonesia," kata Hasbullah dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (20/10).

Hasbullah merupakan salah satu peneliti utama ASEAN Cost in Oncology (ACTION), sebuah penelitian yang dilakukan George Institute for Global Health untuk menganalisis beban biaya yang disebabkan penyakit kanker di delapan negara Asia Tenggara.

Menurut penelitian itu, kanker payudara memiliki insiden maupun prevalensi lima tahun tertinggi, dengan rasio mortalitas terhadap insiden yang relatif rendah.

Sekitar 93 persen hingga 100 persen pasien kanker payudara yang terdeteksi pada stadium I dan II dan mendapat terapi tepat sesuai dengan standar medis dapat bertahan hidup setidaknya selama lima tahun. Sementara pada stadium III dan IV, angka itu merosot drastis menjadi sekitar 72 persen dan 22 persen.

"Hasil studi ACTION menyatakan bahwa fasilitas terbatas, pengetahuan yang rendah dan diagnosis yang terlambat merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan kemungkinan kematian yang tinggi dan beban ekonomi yang besar," tuturnya.

Kanker payudara merupakan salah satu dari lima jenis kanker terbanyak yang ditemukan di Indonesia, Karena itu, ketersediaan rencana aksi pengendalian kanker nasional sangat dinantikan. Rencana aksi itu dapat menjadi pilar mendasar untuk penciptaan lebih banyak inisiatif serta aksi dalam mengembangkan pencegahan, deteksi dan terapi kanker di Indonesia.

Hasbullah menjadi salah satu pembicara dalam Diskusi "Mari Bersama Kalahkan Kanker Payudara" yang diadakan Kementerian Kesehatan bersama Yayasan Kusuma Buana dan Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia.

Selain Hasbullah, pembicara lain pada diskusi tersebut adalah Kepala Subdirektorat Pengendalian Penyakit Kanker Kementerian Kesehatan dr Niken Palupi dan Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo.

Diskusi tersebut diselenggarakan dalam rangka bulan peduli kanker payudara. Salah satu fakta seputar kanker payudara yang disebarluaskan adalah setiap satu menit satu perempuan di dunia meninggal karena kanker payudara. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA