Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

'Jika tak Segera Islah, PPP akan Lenyap tanpa Bekas'

Kamis 20 Oct 2016 10:12 WIB

Rep: c62/ Red: Andi Nur Aminah

Simpatisan mengibarkan bendera Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Simpatisan mengibarkan bendera Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno mengatakan sulit menghilangkan kesan bahwa dukungan Djan Faridz ke Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok lahir dalam ruang hampa. Dukungan itu sebagai implikasi dari konflik PPP yang tak berkesudahan.

"Partai berlambang Ka'bah ini belum menemukan islah substansial untuk mengakhiri prahara yang sudah berlangsung dua tahun lebih," katanya kepada Republika.co.id Kamis (20/10).

Menurut Adi, baik Djan dan Romy masih sama-sama ngotot sebagai ketua PPP yang terlegilitimasi.  Jadi dukungan terhadap pasangan Ahok dan Jarot merupakan bagian dari balas dendam politik Djan Faridz ke Romy saat Pilpres 2014 lalu. Dimana Romy memilih mendukung Jokowi ketimbang mendukung Prabowo yang didukung kubu Djan. "Konflik ini akan terus berlarut jika kedua kubu tak menurunkan tensi dan persaingan di antara mereka," ujarnya.

Sementara kata Adi penyelesaian konflik melalui jalur hukum bukan solusi cerdas. Karena hanya akan membuat PPP makin kehabisan energi, kehabisan logistik, dan pasti mengabaikan proses kaderisasi internal mereka. "Energi mereka akan terkuras habis karena konflik internal," katanya lagi.

Untuk itu Adi mengatakan solusi paling cerdas adalah islah kultural yang melibatkan dua belah pihak. "Djan maupun Romy harus punya kerendahan untuk duduk bersama membicarakan format islah yang ideal," ujarnya.

Islah yang betul-betul di terima kedua belah pihak. Dalam konteks ini, PPP harus belajar banyak ke Golkar untuk mengakhiri konfliknya. "Harus diakui Golkar memberikan contoh baik dalam menyelesaikan konflik mereka," katanya.

Menurut Adi jika ishlah ini tak segera diakhiri, PPP justru menggali kuburannya sendiri. PPP bakal banyak kehilangan momentum dan akan ditinggalkan pemilihnya. "Ironis memang. Perlahan namun pasti, PPP sedang menuju senjakala yang akan menenggelamkan mereka, lenyap ditelan bumi tanpa bekas," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA