Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Menteri BUMN Lirik Potensi Papua

Rabu 19 Okt 2016 11:27 WIB

Red: Angga Indrawan

Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan)

Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan)

Foto: Antara/ Widodo S. Jusuf

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Menteri BUMN Rini Sumarmo mengaku pihaknya sedang melirik berbagai potensi di Provinsi Papua. Ini dilakukan untuk pengembangan investasi dari sejumlah BUMN.

"Kita sedang melihat potensi lain, BUMN melihat kemungkinan untuk membangun hotel," ujarnya di Jayapura, Rabu (19/10).

Ia pun menyebut beberapa pekerjaan yang sedang dilakukan BUMN yang diperintahkan Presiden untuk dipercepat, terutama pembangunan Pasar Mama-Mama Papua. "Semoga kita bisa selesaikan pada akhir 2016. Presiden mengatakan Desember, ya kita harus selesaikan Desember sesuai perintah Bapak Presiden," kata Rini Sumarmo.

Mengenai PTPN II di Kabupaten Keerom yang kini sedang berhenti beroperasi karena masalah lahan, ia mengaku sedang melakukan pembicaraan untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut. "PTPN II sedang dibicarakan karena ada persoalan kelistrikan juga, dalam waktu dekat akan beroperasi kembali. Mungkin akan kerja sama dengan Pemprov Papua," katanya.

Sebelumnya (17/10), Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pembangunan Pasar Mama-Mama Papua, Kota Jayapura, harus segera selesai agar bisa langsung difungsikan. "Saya sampaikan ke Menteri BUMN, akhir tahun ini pasar itu harus selesai. Jangan mundur-mundur lagi karena sudah ditunggu oleh pedagang," ujarnya.

Presiden mengaku akan selalu mengikuti perkembangan pembangunan Pasar Mama-Mama Papua yang menjadi salah satu janji kampanyenya saat Pemilihan Presiden 2014. "Pasar Mama-Mama Papua saya ikuti, sampai saat ini memang baru selesai 25 persen. Saya selalu minta gambar perkembangannya, setiap minggu saya selalu diberikan gambar perkembangannya," kata Presiden.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA