Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Hari Santri Nasional Refleksikan Islam dan Indonesia

Selasa 18 Oct 2016 18:32 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Agung Sasongko

Santri

Santri

Foto: Republika/Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari Santri Nasional erat kaitannya dengan perjuangan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam meraih kemerdekaan. Menurut pemuda Muhammadiyah, Indonesia dibangun dengan semangat keagamaan para santri.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, santri merupakan representasi kelompok Islam. Indonesia dibangun oleh para santri. Menurutnya, hari Santri Nasional memberikan sinyal bahwasannya kekuatan Islam telah menghadirkan kemerdekaan.

"Nilai-nilai Islam yang juga integral dengan nilai-nilai kebangsaan. Artinya tidak ada pemisahan antara nilai-nilai kecintaan terhadap perjuangan Islam dengan perjuangan merawat nilai-nilai kebangsaan," kata Dahnil kepada Republika, Selasa (18/10).

Hari santri, dijelaskan dia, juga merupakan refleksi sejarah panjang Indonesia yang dibangun oleh semangat keagamaan. Teriakan takbir tiga kali kemudian meneriakan kata 'merdeka' saat masa perjuangan, hal tersebut telah memberikan semangat kepada seluruh pejuang Republik Indonesia.

Dahnil menegaskan, jadi semangat takbir itulah yang memerdekaan Indonesia. Hari santri juga menghasilkan nilai-nilai tauhid, Islam dan Indonesia. Semangat Islam dan tauhid telah mendorong Indonesia untuk merdeka. "Islam dan Indonesia itu menyatu, Islam mengajarkan nilai-nilai kebangsaan, memperjuangkan Islam itu pararel memperjuangkan Indonesia," ujarnya.

Ia mengatakan, dari sekian banyak kelompok yang memperjuangkan kemerdekaan. Salah satunya para santri. Mereka mempunyai peran penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA