Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Sulit Diperoleh, Harga Gas Melon Melambung

Jumat 14 Okt 2016 18:22 WIB

Rep: Yulianingsih/ Red: Winda Destiana Putri

Gas ukuran 3 kg alias gas melon.

Gas ukuran 3 kg alias gas melon.

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Harga gas melon atau gas LPG 3 kilogram di sejumlah tempat di Yogyakarta cukup tinggi. Harga gas melon yang biasa dijual Rp 18 ribu per tabung saat ini dijual dengan harga Rp 23 ribu per tabung.

Ahmad (32) pedagang martabak di Jalan Imogiri Timur Yogyakarta mengaku membeli gas melon dengan harga Rp 23 ribu per tabung di sebuah toko pengecer di selatan Yogya. "Itu pun dua hari baru dapat, sulit nyari gas 3 kilogram," ujarnya, Jumat (14/10).

Hal senada diungkapkan, Yati (41) pedagang warung makan di daerah Umbulharjo Yogyakarta. Meski sedikit mendapat harga murah yaitu Rp 22 ribu per tabung namun dirinya juga harus tunggu dua hari untuk bisa memperoleh gas melon tersebut.

Kepala Seksi Bimbingan Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta Tri Astuti Apriyantini mengatakan, memang banyak keluhan masyarakat yang agak sulit mencari gas melon. Namun menurutnya, kuota gas melon tidak berubah.

"Tidak ada kelangkaan, yang ada konsumsi masyarakat yang naik cukup tinggi terutama sebelum tahun baru Islam. Banyak masyarakat menggelar hajatan sehingga kebutuhan naik signifikan," ujarnya.

Selain itu kata dia, saat ini permintaan gas melon juga meningkat karena memasuki musim hujan, masyarakat yang memiliki tabung gas melon lebih, membeli lebih dari satu. Apri juga membantah adanya informasi gas melon akan ditarik dari pasaran. “Selama masih disubsidi gas 3 kilogram masih ada,” jelasnya.

Menurutnya, dalam dua pekan ke depan pasokan  pasokan gas elpiji ukuran tiga kilogram atau gas melon akan kembali normal. PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional (MOR) IV DIY - Jawa Tengah menurutnya, siap menambah pasokan gas melon di wilayah DIY.

“Dalam waktu dekat ini ada penambahan pasokan dari Pertamina, paling seminggu hingga dua minggu ke depan sudah kembali normal,” ujarnya.

General Manager PT Pertamina MOR IV DIY- Jateng Kusnendar, mengatakan, saat ini, stok di pangkalan memang mengalami penurunan. Dicontohkannya, stok di pangkalan biasanya 100 persen, yang isi 70 persen tapi belakangan ini turun tinggal 20-30 persen saja.

Konsumsi harian gas melon di DIY mencapai 500 metrik ton (MT) dan akan ditambah 25 MT. Pada awal Oktober pihaknya juga sudah menambah pasokan hingga 6,3 persen. “Makanya kuotanya akan kita tambah lima persen, jika masih kurang ditambah lagi 10 persen,” jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA