Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Hinca: Tak Ada Kesepakatan Bersama Kemenpora tentang Kongres

Jumat 14 Oct 2016 06:02 WIB

Red: Israr Itah

Sekjen PSSI Azwan Karim (kiri) dan PLT Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan

Sekjen PSSI Azwan Karim (kiri) dan PLT Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan

Foto: REPUBLIKAFOTO/Bambang Noroyono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan menolak adanya kesepakatan bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi tentang pemindahan lokasi kongres tahunan 2016 ke DKI Jakarta. Hinca menegaskan, Komite Eksekutif (Exco) PSSI tetap pada keputusan akan menggelar Kongres Pemilihan PSSI di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dikatakan Hinca, munculnya Jakarta sebagai tempat Kongres PSSI hanya solusi mengakhiri kebuntuan sementara. Namun, kata dia, jalan tengah tersebut tetap membutuhkan pengesahan Exco PSSI. 

"Kami tidak mengatakan ya atau tidak. Tapi kami katakan, harus diputuskan lewat rapat Exco," ungkap Hinca seusai rapat Exco PSSI di Jakarta, Kamis (13/10). 

Hinca pun menerangkan, keputusan Exco pada Kamis malam memutuskan kongres tetap digelar di Makassar. Keputusan tersebut, akan dilanjutkan ke FIFA dan AFC pada 15 Oktober di Makassar. 

"Apapun keputusan FIFA dan AFC nantinya pasti akan kami taati," ujar dia.

Exco PSSI menggelar rapat mendadak pada Kamis (13/10) malam. Rapat tersebut digelar menyikapi jalan tengah tentang lokasi Kongres Pemilihan PSSI. Pada Rabu (13/10), Hinca bersama Sekjen Azwan Karim, ditemani Ketua Dewan Kehormatan PSSI Agum Gumelar menemui Imam. Dalam pertemuan tersebut, menghasilkan kesepakatan agar memindahkan lokasi kongres ke Jakarta.

PSSI selama ini mengacu pada keputusan Exco PSSI yang menetapkan kongres di Makassar pada 17 Oktober. Keputusan tersebut keluar resmi pada 11 Agustus. 

Namun, pada 9 September, Imam mengeluarkan keputusan meminta agar Exco PSSI menganulir keputusan Makassar sebagai tuan rumah kongres dan memindahkan ke Yogyakarta.

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA