Wednesday, 13 Safar 1442 / 30 September 2020

Wednesday, 13 Safar 1442 / 30 September 2020

Geliat Islam di Negeri Tanah Barat

Senin 10 Oct 2016 17:00 WIB

Rep: Marniati/ Red: Agung Sasongko

Muslim Spanyol

Muslim Spanyol

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Spanyol atau negeri Tanah Barat (Hesperia dalam bahasa Yunani) merupakan pintu gerbang bagi masuknya Islam ke daratan Eropa. Masuknya kekuasaan Islam di Spanyol telah membawa perubahan besar pada negara tersebut. Bahkan, menyebar secara luas ke berbagai penjuru benua.

Menurut csmonitor.com, Muslim di Spanyol berjumlah lebih dari empat persen dari populasi. Dari jumlah 2 juta Muslim di Spanyol, terdapat 20 ribu hingga 50 ribu warga Spanyol yang mualaf. Mayoritas adalah pria dan perempuan Spanyol yang menikah di negara-negara Afrika Utara.

Dalam beberapa dekade terakhir, imigrasi mengakibatkan meningkatnya jumlah umat Islam dengan hampir 2 juta Muslim berada di Spanyol. Dilansir dari elpais.com, sebagian dari Muslim tersebut telah mendapatkan kewarganegaraan Spanyol. Adapun mereka yang belum mendapatkan kewarganegaraan kebanyakan berasal dari Maroko.

Di Spanyol, komunitas Muslim yang cukup besar berasal dari Maroko. Adapun komunitas besar lainnya, yaitu berasal dari Pakistan, Aljazair, Senegal, dan Nigeria. Komunitas otonomi dengan populasi yang lebih tinggi adalah Muslim Catalonia, Andalusia, Madrid, dan Valencia.

Adanya warga negara Spanyol yang memeluk Islam ini terkait dengan arus dalam nasionalisme Andalusia yang dikenal sebagai sebagai Islamizing Andalusianism. Program ini banyak memperoleh dukungan, tapi tidak pernah bertahan sejak transisi negara itu menuju demokrasi.

Warga Spanyol yang mualaf banyak berkumpul di wilayah Andalusia Selatan, terutama Granada, karena ikatan sejarah panjang eksistensi agama ini dengan kota tersebut. Spanyol memiliki beberapa pusat belajar Muslim yang mena ik pengunjung dari seluruh Eropa, Kanada, dan Amerika Serikat. Mayoritas Muslim di Spanyol adalah Suni.

Masjid pertama di Spanyol modern dibangun pada 1982 oleh komunitas Muslim, kurang lebih 500 tahun setelah Granada lepas dari pangkuan Islam pada 1492. Masjid-masjid di Spanyol juga banyak mendapat bantuan dari negara asing seperti Arab Saudi.

Mengutip buku Islam, Eropa & Logika karya Syarifah Salwasalsabila, tidak semua komunitas Muslim yang tersebar di berbagai wilayah Spanyol saat ini bersatu. Masyarakat Maroko mengambil andil yang lebih besar dalam pertumbuhan populasi Islam. Mereka berpandangan perlu meng ajarkan bentuk-bentuk moderat dari ajaran Islam.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA