Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Fasilitas Pengolahan Sampah TPST Bantargebang Belum Memadai

Jumat 07 Oct 2016 19:15 WIB

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Hazliansyah

Pekerja di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

Pekerja di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, Prabowo Soenirman, memastikan pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang oleh Pemprov DKI Jakarta sudah mulai berjalan. Namun yang masih menjadi persoalan saat ini adalah, belum efektifnya fungsi pengolahan sampah di TPST tersebut karena kondisinya yang berantakan.

"Saat ini pengolahan sampah di TPST Bantargebang memang belum efektif, karena kondisinya masih acak-acakan. Jadi, masih perlu ditata supaya rapih," kata Prabowo kepada Republika.co.id, Jumat (7/10).

Dia menuturkan, salah satu yang menjadi fokus Pemprov DKI saat ini adalah penambahan alat pengolahan sampah di TPST tersebut. Menurut dia, infrastruktur yang tersedia saat ini belum lagi maksimal untuk mengolah sampah-sampah yang masuk ke sana.

"Kalau sekadar untuk menampung sampah, fungsi itu sudah berjalan di TPST Bantargebang dan tidak pernah berhenti dari dulu. Cuma efektivitas pengolahan sampahnya yang belum maksimal. Kalau TPST itu harusnya bisa mengolah sampah 1.000 ton per hari, sekarang baru mampu 900 ton saja per hari," ungkap Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

Menurut catatan, sampah yang masuk ke TPST Bantargebang dari Jakarta saat ini mencapai 6.000-7.000 ton per hari. Karenanya, DPRD dan Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi kembali pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang sempat diimplementasikan oleh pengelola TPST Bantargebang sebelumnya, yaitu PT Godang Tua Jaya dan PT Navigat Energi Organik Indonesia (PT NEOI). Dengan begitu, kata Prabowo, pengolahan sampah-sampah di TPST itu diharapkan bisa berjalan efektif mulai tahun depan.

"Kami akan menghitung kembali keberadaan PLTSa Bantargebang agar tidak mubazir. Tapi, saya optimistis, hasil yang diperoleh akan lebih bagus di 2017," ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA