Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tambelan akan Jadi Pusat Konservasi Penyu

Selasa 04 Oct 2016 22:11 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

 Empat ekor Tukik Penyu Hijau atau Chelonia Mydas yang berumur satu hari berjalan kearah laut saat pelepasan di konservasi Penyu Hijau Pangumbahan, Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Empat ekor Tukik Penyu Hijau atau Chelonia Mydas yang berumur satu hari berjalan kearah laut saat pelepasan di konservasi Penyu Hijau Pangumbahan, Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, BINTAN -- Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana menetapkan Kecamatan Tambelan menjadi penyu">pusat konservasi penyu sebagai satu dari empat pelestarian hewan laut di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau.

"Untuk penyu sebenarnya ada di beberapa titik, termasuk di Lagoi. Ini yang akan kami pusatkan di Kecamatan Tambelan," kata Kasi Pelestarian Keanekaragaman Hayati Ditjen Konservasi dan Keanekaragam Hayati Laut Surjadi, di Bintan, Selasa (4/10).

Menurut Surjadi, ada beberapa hewan laut di Bintan yang turut mendapat perhatian khusus dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu kima, kuda laut, dan dugong. "Kawasan percontohan konservasi untuk kuda laut, kima, penyu, dan dugong ini kami lakukan khusus di Kabupaten Bintan sebagai kawasan coremap," kata Surjadi.

Surjadi menjelaskan bahwa tujuan dibuat percontohan di Bintan tersebut agar jenis ikan seperti kuda laut, kima, penyu, dan dugong terjaga kelestariannya. Serta untuk meningkatkan pengelolaan kawasan konservasi di Bintan agar lebih efektif. "Lokasi pelestarian juga kami lakukan di beberapa tempat, misalnya kuda laut kami fokuskan di Pantai Sakera, dan kima di Teluk Bakau," ucapnya.

Surjadi mengaku bahwa pelestarian jenis ikan tersebut tak hanya di Bintan, tapi jejaring pengembangannya ke depan di fokuskan sampai Batam, Lingga, dan Natuna.

"Sekarang kami sedang menyusun rencana aksi dari pemerintah pusat, dari pemerintah provinsi, kabupaten kota, perguruan tinggi, swasta, dan masyarakat selama 3 tahun ke depan. Sampai pada 2019 nanti, agar bukan hanya keanekaragaman yang terjaga tapi juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat," tuturnya.

Surjadi mengaku pihaknya juga akan membina masyarakat Bintan agar keberadaan ikan yang dilindungi tersebut tidak ditangkap, tapi dapat dimanfaatkan ke kegiatan ekowisata dan pengembangan ekonomi lainnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA