Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

'Sekarang Waktu yang Tepat untuk Berinvestasi'

Selasa 04 Oct 2016 20:15 WIB

Rep: Debbie Sutrisno‎/ Red: Budi Raharjo

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (Republika/ Wihdan)

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (Republika/ Wihdan)

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- ‎Keseriusan pemerintah untuk menarik banyak investasi ke dalam negeri telah dijabarkan dalam sejumlah paket kebijakan ekonomi. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, ‎saat ini merupakan waktu yang tepat bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia, serta berkolaborasi dengan UKM.

Dengan dua kata kunci yakni keterbukaan dan daya saing, Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi di masa depan. "Keterbukaan dan daya saing menjadi dua kata kunci dalam Paket Kebijakan Ekonomi yang akan menjadikan Indonesia tempat yang paling menguntungkan untuk berinvestasi. Presiden menekankan akan terus melakukan reformasi, menyederhanakan regulasi, dan membuka perekonomian Indonesia,” kata Enggar di Jakarta, Selasa (4/10).

Sebagai Ketua Pokja I Satgas Percepatan dan Efektivitas Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi, Enggar menuturkan bahwa keterbukaan akan memperluas peluang Indonesia untuk terhubung dengan rantai nilai global. Dengan demikian, Indonesia bisa meningkatkan kemampuannya didukung oleh sumber daya alam, inovasi, kreativitas dan bakat, warisan budaya, keuntungan demografi, serta posisi strategis Indonesia di Asia Tenggara.

"Dengan daya saing nasional, Pemerintah mampu menjalankan perekonomian dengan cara yang lebih efisien sehingga membuka kesempatan bagi Indonesia untuk berkompetisi di pasar domestik, regional, maupun global," ujarnya.

Menurut Enggar, debirokratisasi dan deregulasi menjadi salah satu langkah yang diambil Pemerintah dalam meningkatkan daya saing. Pemerintah memberi perhatian khusus pada percepatan pembangunan dan kemajuan infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, dan jalur kereta api sehingga pusat-pusat produksi di daerah dapat terhubung dengan jalur distribusi nasional secara optimal.

Selain itu, semangat deregulasi dan debirokratisasi diwujudkan salah satunya dalam proses perizinan ekspor impor yang semakin mudah, transparan, efisien, dan pasti. Saat ini, terdapat 88 jenis perizinan ekspor-impor, di mana 64 jenis perizinan telah dilayani dengan sistem online dan 7 di antaranya telah menggunakan //digital signature.

Pemerintah juga bertekad menjalankan peran penting dalam perekonomian dunia yang semakin terintegrasi dengan meningkatkan fungsi efisiensi perdagangan dan investasi di tingkat provinsi dan nasional. “Kami percaya bahwa melalui peningkatan efisiensi, Pemerintah tidak hanya dapat meningkatkan daya saing di tingkat global, tapi juga membuka peluang bagi para petani, nelayan, pengusaha muda dan perempuan, serta UKM untuk turut memberikan kontribusi yang lebih baik bagi perekonomian Indonesia,” papar Enggar.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA