Friday, 17 Zulhijjah 1441 / 07 August 2020

Friday, 17 Zulhijjah 1441 / 07 August 2020

Cukai Diusulkan Gantikan Plastik Berbayar

Senin 03 Oct 2016 16:51 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nur Aini

Pekerja memasukan barang belanjaan ke kantong plastik di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. (ilustrasi)

Pekerja memasukan barang belanjaan ke kantong plastik di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. (ilustrasi)

Foto: Tahta Aidilla/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keputusan Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) mengakhiri kantong plastik berbayar memunculkan ide untuk menerapkan cukai plastik. Ekonom Indef Enny Sri Hartati mengatakan adanya cukai plastik lebih menguntungkan bagi pemerintah.

Ia mengatakan, pada saat kantong plastik berbayar diterapkan, kebanyakan toko tidak mengetahui berapa banyak yang dikeluarkan sehingga menyulitkan berapa besar biaya yang masuk. Sementara itu, penerapan cukai langsung dibayarkan oleh perusahaan sesuai dengan berapa banyak produksinya.

"Kalau ini ada kepastian," katanya.

Saat ini pemerintah masih terus mengkaji skenario terbaik terkait penggunaan kantong plastik di Indonesia. Ia menekankan skenario tersebut memiliki dampak signifikan kepada penerimaan negara tapi tidak memberatkan masyarakat.

Baca juga: Banyak Toko Ritel Kembali Gratiskan Kantong Plastik

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA