Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Pemerintah Klaim Berhasil Jaga Stabilitas Harga Pemicu Inflasi Rendah

Senin 03 Oct 2016 16:20 WIB

Rep: Satria Kartika Yudha/ Red: Nur Aini

harga sembako/bahan pangan yang mengalami kenaikan harga(illustrasi)

harga sembako/bahan pangan yang mengalami kenaikan harga(illustrasi)

Foto: Republika-Aditya Pradana Putra

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan rendahnya tingkat inflasi hingga September 2016 bukan karena lemahnya daya beli masyarakat. Darmin menyebut, inflasi rendah karena pemerintah mampu menjaga stabilitas harga, khususnya harga kebutuhan bahan pokok.

Darmin menjelaskan, daya beli bisa dikatakan mengalami penurunan apabila harga-harga kompak mengalami penurunan. Sedangkan saat ini, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan.

"Kalau masih ada yang naik, berarti bukan karena konsumsinya yang turun," kata Darmin di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (3/10).

Darmin mengatakan, salah satu penyebab masih terkendalinya laju inflasi karena pemerintah bisa menjaga harga kebutuhan pokok, salah satunya harga beras.  "Harga beras terbilang stabil. Biasanya ini yang menjadi sumber inflasi kita. Tahun ini musimnya agak baik secara keseluruhan," ujar Darmin.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga beras pada September 2016 untuk jenis medium dan rendah memang mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Agustus 2016. Harga beras medium naik di penggilingan nak 0,72 persen menjadi Rp 8.965 per kg. Harga beras berkualitas rendah naik 0,89 persen menjadi Rp 8.578 per kg. Sedangkan yang mengalami penurunan adalah beras premium sebesar 2,74 persen menjadi Rp 9.111 per kg.

Akan tetapi, jika dibandingkan dengan September 2015, beras premium dan berkualitas rendah mengalami penurunan masing-masing sebesar 3,53 persen dan 3,68 persen. Sedangkan yang naik adalah beras medium sebesar 0,28 persen. BPS mengumumkan laju inflasi September 2016 sebesar 0,22 persen. Secara kumulatif dari Januari-September 2016 atau laju inflasti tahun kalender tercatat sebesar 1,97 persen.

Jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, tingkat inflasi tahun kalender pada tahun ini terbilang masih rendah, bahkan masih jauh dari target maksimal yang dipasang pemerintah sebesar empat persen plus minus satu persen. Tahun lalu, laju inflasi pada Januari-September 2015 sudah mencapai 2,24 persen.

Melihat pergerakan tersebut, Darmin yakin tingkat inflasi tidak akan melebihi perkiraan pemerintah. "Kelihatannya iya (tidak melebihi target)," ujar Darmin.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA