Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Rasio Elektrifikasi Jateng DIY Ditarget 100 Persen pada 2019

Sabtu 01 Oct 2016 09:01 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Petugas memeriksa alat Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di kantor Pembangkit Jawa Bali, Jakarta, Selasa (9/8).

Petugas memeriksa alat Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di kantor Pembangkit Jawa Bali, Jakarta, Selasa (9/8).

Foto: Antara/Muhammad Adimaja

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY berupaya menyalurkan listrik hingga pedesaan agar seluruh masyarakat di kedua wilayah tersebut dapat menikmati listrik.Tahun 2019, rasio elektrifikasi di dua wilayah itu ditargetkan mencapai 100 persen.

 "Saat ini rasio elektrifikasi di Jawa Tengah dan DIY mencapai 91,2 persen, kami terus berupaya agar rasio elektrifikasi ini bisa mencapai 100 persen," kata General Manager PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY Dwi Kusnanto, Jumat (30/9).

Masih ada 8,2 persen wilayah di Jawa Tengah dan DIY yang belum teraliri listrik sama sekali. Dia mengakui kondisi tersebut merupakan dampak dari akses jalan yang belum layak sehingga penyaluran listrik sulit dilakukan. "Terutama di wilayah Yogyakarta, masih banyak daerah yang belum teraliri listrik. Jika dirinci, untuk rasio elektrifikasi Yogyakarta masih di kisaran 87,6 persen. Kalau Jawa Tengah masih lebih baik yaitu 92,6 persen," katanya.

Terkait dengan kondisi tersebut, pihaknya menargetkan pada 2019 rasio elektrifikasi di kedua wilayah itu bisa mencapai 100 persen, sedangkan hingga akhir tahun ini paling tidak bisa mencapai 92 persen. "Ini menjadi tantangan bagi kami. Kendala paling sulit adalah medan yang berat terutama Kulonprogo, Gunungkidul, dan Dieng. Untuk mengatasi hasil ini, kami sudah melakukan koordinasi dengan pemda setempat kaitannya untuk penyediaan akses jalan," katanya.

Terkait dengan pemenuhan pasokan listrik untuk Jawa Tengah dan DIY, katanya, sejauh ini tidak ada masalah. Dia mengatakan kondisi kelistrikan di Jateng dan DIY masih mengalami surplus 750 MW. Ketersediaan listrik semakin baik dengan adanya pasokan 620 KV masing-masing di PLTU Cilacap dan PLTU Adipala.

"Kami memiliki tiga subsistem, yaitu subsistem Ungaran, Pedan, dan Tanjungjati. Ketiganya sudah dalam bentuk jaringan andal," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA