Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Jelang Debat Capres AS, Pasar Saham Asia Jatuh

Senin 26 Sep 2016 10:59 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Nidia Zuraya

Pasar saham/Ilustrasi

Pasar saham/Ilustrasi

Foto: corbis.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memulai awal pekan, saham Asia justru merosot pada Senin ini menyusul kerugian yang dialami di Wall Street. Perhatian para investor beralih dari bank sentral ke pertarungan debat politik capres AS. 

Dilansir dari Reuters, Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,1 persen pada awal perdagangan, sementara indeks saham Nikkei Jepang N225 merosot 0,5 persen terhadap nilai mata uang yang menguat. 

Wall Street selama berpekan-pekan meraih keuntungan namun akhirnya merugi pada Jumat (23/9). Sedangkan, S&P 500 masih berhasil mencatat kinerja mingguan terbaik selama lebih dari dua bulan setelah Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga stabilnya pada Rabu.

Para investor menunggu debat capres AS antara Donald Trump dan Hillary Clinton, yang akan digelar pada Selasa (27/9) pagi di zona waktu Asia. 

Menurut para pengamat, acara tersebut dapat menjadi faktor penting untuk menentukan hasil pemilu. Jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukan sekitar 20 persen pemilih masih ragu, angka ini jauh lebih tinggi pada tahap ini dibandingkan dalam kampanye empat tahun lalu yang hanya sekitar 12 persen. 

Dua pembantu kampanye Clinton mengatakan, Clinton akan menekan Trump agar memberikan penjelasan yang lebih spesifik terkait kebijakannya dalam debat presiden nanti. Nilai tukar dolar AS pun turun tipis 0,1 persen menjadi 100,89 yen Jepang, sedangkan nilai tukar Euro naik 0,1 persen.

Presiden Fed Boston Eric Rosengren mengatakan suku bunga jangka pendek AS sebaiknya dinaikan sekarang dan memperingatkan penurunan tingkat pengangguran yang dapat menghambat pemulihan ekonomi. Selain itu, para investor juga akan mengikuti perkembangan pasar obligasi pemerintah Jepang pada pekan ini.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA