Selasa, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 Januari 2020

Selasa, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 Januari 2020

Perkembangan Zoonosis Mulai Mengkhawatirkan

Jumat 23 Sep 2016 07:47 WIB

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Andi Nur Aminah

Unggas, salah satu hewan yang bisa menularkan penyakit kepada manusia atau zoonosis

Unggas, salah satu hewan yang bisa menularkan penyakit kepada manusia atau zoonosis

Foto: wikipedia

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Pesatnya perkembangan zoonosis, atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia mendorong para pakar kesehatan multisektoral untuk bertindak secara menyeluruh dan terorganisir untuk memeranginya. Konsep one health digadang-gadang bisa menjadi solusi dari permasalahan ini.

Virus MERS Coronavirus misalnya, sudah bersirkulasi di semenanjung Arabia selama bertahun-tahun. Pada September 2016, WHO melaporkan kasus ini telah menyebar ke 27 negara, di kawasan Timur Tengah, Amerika Utara, Eropa dan Asia. Menurut WHO, sampai saat ini virus itu sudah menelan 643 korban jiwa.

Sementara Ebola yang menular kepada manusia melalui hewan liar, dan menyebar melalui penularan manusia ke manusia sudah membunuh 50 persen dari total penderita yang terpapar Ebola. WHO menyebutkan, penyakit tersebut sampai saat ini sudah menyebar di Guinea, Liberia, Siera Leone, yang mencapai 11.308 korban jiwa.

Tidak hanya itu, ribuan orang meninggal dunia akibat rabies setiap tahunnya, termasuk di Indonesia. FAO, WHO, Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE), dan Global Alliance for Rabies Control (GARC), telah menetapkan Roadmap Global Bebas Rabies 2030, yang diadaptasi dari Strategi Pemberantasan Rabies ASEAN.

“Indonesia ini sudah ditetapkan sebagai negara dengan penularan nomor satu di dunia loh, saya sampai malu saat disebutkan itu di forum internasional,” kata Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita dalam seminar internasional One Health di ICE, BSD City, Tangerang Sleatan, Kamis (22/9).

Tidak kalah mengerikan yang baru-baru ini muncul yaitu virus zika, yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegepty. Dr Kwang Il Rim, Technical Officer pada WHO Indonesia menyebutkan virus ini pertama kali diidentifikasi di Uganda pada hewan monyet tahun 1947 silam.

Kemudian pada tahun 1952 di Uganda dan Republik Tanzania ditemukan menjangkit pada manusia. Dan pada Juli 2015, Brazil melaporkan adanya hubungan antara infeksi virus zika dan sindrom Gulliain-Barre. Pada Oktober 2015 Brazil kembali melaporkan adanya hubungan antara virus zika dan mikrosefalia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA