Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Indonesia Dituding Sebagai Hotspot Penyakit Menular Baru di Asia

Jumat 23 Sep 2016 07:34 WIB

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Andi Nur Aminah

 Serangga, salah satu sumber penyakit menular

Serangga, salah satu sumber penyakit menular

Foto: www.felinepress.com

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Indonesia diidentifikasi sebagai salah satu kantung atau hotspot di Asia yang memiliki potensi tinggi terjadinya penyakit menular baru. Hal ini dipicu berbagai faktor seperti peningkatan urbanisasi dan populasi manusia, perubahan ekologi, dan perkembangan pertanian.

Ancaman penyakit menular baru atau disebut sebagai emerging infectious disease (EID) dan zoonosis (penyakit yang berasal dari hewan) sudah menjadi ancaman nyata bagi Indonesia dengan keanekaragaman hayati yang melekat pada negara dengan iklim sub tropis tersebut. Pada 1980an, HIV/AIDS muncul sebagai penyakit menular baru. Sementara pada 2003 tercatat muncul kembali EID yaitu Avian Influenza H5N1 atau disebut flu burung.

Sampai pada Februari 2016, di Indonesis tercatat 199 kasus pada manusia, dan 167 kasus di antaranya hingga menyebabkan kematian.  Kasus ini kemudian menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah korban virus H5N1 tertingggi di dunia.

“Belajar dari pengalaman pandemi highly pandemic avian influenza (HPAI) itu, perlu ada pendekatan baru dalam mencegah dan mengendalikan penyakit menular baru dan zoonosis. Ini perlu mengedepankan kerja sama lintas sektoral dan multi disiplin ilmu di tingkat lokal, nasional dan global,” ujar Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita dalam seminar internasional One Health di ICE, BSD City, Tangerang Selatan, Kamis (22/9).

Kemudian Team Leader FAO Emergency Centre for Transboundary Animal Diseases (ECTAD) Dr James Mc Grane menjelaskan cepatnya penyakit-penyakit menular baru ini timbul dan menyebar secara luas menjadi perhatian khusus bagi sektor kesehatan publik, ekonomi dan pembangunan global. Oleh karena itu, FAO bersama Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian meluncurkan program Emerging Pandemic Threats 2 (EPT-2), dengan dukungan dana dari USAID.

“Program EPT-2 ini mendukung Indonesia untuk bersiap siaga menghadapi penyakit-penyakit menular baru dan yang muncul kembai dengan pendekatan one health,” kata Mc Grane.

Adapun enam prioritas dalam program EPT-2 di antaranya surveilans dan diagnostik laboratorium, pencegahan dan pengendalian penyakit dengan fokus one health, pengurangan risiko pada peternakan unggas dan komersial, pengurangan risiko di sepanjang rantai nilai unggas, dan pembangunan kapasitas one health.

 


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA