Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Jangan Berlebihan Konsumsi Daging Kambing dan Sapi

Jumat 16 Sep 2016 11:50 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Sate Kambing

Sate Kambing

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Masyarakat diimbau untuk mengurangi dan membatasi konsumsi protein hewani yang berasal dari daging merah seperti daging kambing maupun sapi. Sebab jika dimakan secara berlebihan bisa menyebabkan gangguan lemak dalam darah.

"Direkomendasikan konsumsi protein sekitar 50-100 gram dalam sehari. Jangan sampai berlebih karena bisa mengakibatkan dislipidemia atau menyebabkan gangguan lemak dalam darah," kata ahli Gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) Susetyowati, di Yogyakarta, Jumat (16/9).

Ia mengakui bahwa protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk pemenuhan kalori, memperbaiki sel-sel rusak, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, katanya, konsumsi yang dilakukan secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Menurut dia, protein tersebut bisa didapat dari sumber hewani seperti daging merah, ikan, susu, keju, dan telur serta sumber hewani dari tanaman kacang-kacangan. Ia menuturkan, bahwa kecenderungan mengonsumsi daging sapi dan kambing dalam jumlah besar banyak terjadi saat merayakan Hari Raya Idul Adha.

Karena itu, lanjutnya, perlu diwaspadai terutama bagi yang memiliki persoalan kolesterol karena makan daging merah dalam porsi berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol tubuh.

Meski demikian, pada orang yang tidak memiliki masalah kolesterol pun harus tetap menjaga asupan daging merah karena konsumsi berlebih bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit.

"Dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko hipertensi yang menjadi faktor pemicu terjadinya penyempitan pembuluh darah, penyakit jantung, diabetes dan penyakit lainnya," ungkapnya.

Susetyowati menyebutkan, kandungan protein dan kolesterol yang dimiliki semua hewan kurban tidak jauh berbeda. Namun, terdapat mitos yang terlanjur berkembang di masyarakat bahwa daging kambing memiliki kolesterol tinggi.

"Padahal, daging kambing mempunyai kandungan kalori, lemak, dan kolesterol lebih rendah daripada sapi. Intinya, masyarakat harus membatasi konsumsi daging merah dari sapi dan kambing secara berlebih demi untuk kesehatan masyarakat sendiri," tandas dia. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA